Luka Seorang Istri
Saat itu tubuhku luruh ke tanah, kau benar Dilra, semua dibayar tunai hari ini juga, dia orang yang tadi siang kubentak, telah pergi, pergi entah ke mana, masih di dunia atau .
Tuhan, tolong jangan biarkan dia pergi dengan cara seperti ini, berikan Ibu kesempatan sekali lagi, panjangkan umurnya Tuhan. Orang-orang berbisik menatap pilu padaku, yang bersimpuh di tanah, ada yang membantu berdiri, ada yang menawarkan minum, dan ada pula yang malah mengarahkan lensa kamera, dunia dan isinya memang selalu punya dua sisi.
“Tutup kameramu!” ucapku mendekati seorang pria yang kuperkirakan usianya sekitar 20 tahunan.