Two Side
Luna menjatuhkan pisau di tangannya, berbalik arah dan ikut memeluk tubuh sang suami.
Manik hitam itu saling menatap, merekah menjadi asmaraloka. Jari-jemari kalian kian melekat menjadi satu, hingga pada akhirnya salah satu lepas hingga ‘tak terkendali. Sembari menikmati indahnya cumbu, salah satu tangan memainkan kedua bola besar di dada yang begitu lembut, indah jelita nan memesona.
Di saat yang bersamaan, Luna menyentuh pedangmu dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang. Pedang yang awalnya sangat lembut dan patuh, seketika menjadi sangat keras dan tegang hingga membuatnya tertawa.