Selubung Memori
Aku mengembalikan tusuk itu ke depan api unggun, membuat bumbunya kembali dipercik api.
“Boleh tanya, tidak?” kataku.
“Kakak, boleh tanya, tidak?” koreksi Aza.
“Kalau aku diselamatkan Aza,” lanjutku, tidak peduli, “berarti orang tua kita beda? Karena aku bukan saudara Aza, orang tua kita beda?”
“Apa maksudmu? Kita saudara.”
“Tapi saat itu Aza bilang—”
“Itu dua tahun lalu. Kau memikirkan itu sampai sekarang?”
Bab Populer