Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RETAK

RETAK

Takut kalau perempuan itu berbuat nekat atau mengurung diri berhari-hari yang menyebabkan dirinya depresi. Dengan sekali tarikan napas. Akhirnya Vitaloka mengangguk mengiakan ajakan Ika. Ika menuntun Vitaloka menuruni anak tangga. Dada Vitaloka bergemuruh hebat melihat betapa banyaknya tamu yang berkumpul. Vitaloka menyelipkan anak rambut ke beakang telinga. Merasa risi ketika di tangga terakhir, tatapan para tamu kini tertuju padanya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as 2-tak
Read
+Library
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

"JANGAAAAAN!!!" 'Jleb!' "MATIIIII!!!! MATI KALIAN!!!! MATIIIII!!!!" 'Jleb!'
1025.5K viewsCompletedAdded to Library 967 Times as 2-tak
Read
+Library
TARO

TARO

Astaghfirullah. “Ini,” satu gelas taro mendarat di meja batu yang ada di depanku. Aksa kembali duduk di sebelahku dan menyeruput minumannya kembali. Ia terlihat begitu menikmati setiap tetes minuman taro yang membasahi tenggorokkannya. “Aku bahkan tidak tahu kalau permasalahanmu bahkan lebih kompleks dari sekedar mantan pacarmu yang ingin balik lagi menjalin hubungan denganmu.” Perkataannya sukses membuatku was-was.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as 2-tak
Read
+Library
Tante, Tahan! Nanti Keterusan

Tante, Tahan! Nanti Keterusan

Aya menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis seraya menggelengkan kepala. "Dasar kamu ini... Nggak peka banget." "Apanya yang nggak peka, Tante?" "Nggak ada," potong Aya cepat, suaranya kembali manja. Ia memindahkan tuas persneling dan menginjak gas, membelah jalan raya menuju rumah. "Lupain aja." Dua puluh menit kemudian, mereka tiba di pekarangan rumah.
1019.7K viewsOngoingAdded to Library 670 Times as 2-tak
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

tanya Ayu yang melangkah keluar sambil mengibas asap tebal di depannya. “Kesel gue, Ay. Dari tadi apinya nggak mau idup!” sahut Ameera sambil sesekali meniup tungku. “Minggir, kamu! Wes, biar aku aja yang hidupkan apinya!” Ayu mengambil alih tempat Ameera berjongkok. Sementara gadis itu bangkit seraya mengucek matanya yang pedih karena asap. Ayu mengambil pipa air yang tidak terlalu panjang berada di samping tungku. “Kamu itu salah set, Ra! Harusnya pake alat ini!” ucapnya, lalu meniup tungku.
108.5K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as 2-tak
Read
+Library
Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

"𝘖𝘩 𝘪𝘺𝘢 𝘓𝘪 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘮𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 T. 𝘐𝘣𝘶 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶𝘮𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘔𝘪�
103.4K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as 2-tak
Read
+Library
Two Times

Two Times

Layar ponsel ini juga jauh lebih besar. Namun entah mengapa aku bisa menggunakan benda yang ada di tanganku ini, seperti aku sudah biasa menggunakannya. Kulihat tahun yang tertera di layar ponsel itu. 2020 ??? Jadi saat ini aku berada di tahun 2020 ?? Bagaimana bisa ?? Bersambung..
8.69.1K viewsOngoingAdded to Library 254 Times as 2-tak
Read
+Library
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Sudut mulut Reyhan bergerak-gerak seolah-olah sedang tersenyum, tetapi juga seolah-olah sedang meminta maaf. "A ... aku minta maaf .... Aku ingin melindungimu selamanya, tapi nggak kusangka …. Aku malah menyeretmu …." "Ini bukan salahmu …" jawabku dengan mata yang berkaca-kaca. "Akulah yang sudah salah mengambil jalan." "Abella .... Kalau ada kehidupan kedua, jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah Keluarga Gredi lagi."
7.2K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as 2-tak
Read
+Library
TUAN MUDA 16 DIGIT

TUAN MUDA 16 DIGIT

*** “Tuan Baron, apa maksud anda meminta saya datang kemari. Jauh-jauh saya dari jerman datang, tentu bukan hanya sekedar bermain golf bukan?” Malam itu, Baron dan seorang pria paruh baya bernama Tuan Delon berada di lapangan golf eksklusif di pinggiran kota. Mereka berdua memegang tongkat golf masing-masing, sementara obrolan santai perlahan berubah menjadi pembicaraan serius. Baron memukul bola dengan kuat, mengarahkannya ke arah lubang yang cukup jauh. Dia tersenyum puas, tetapi segera berbalik ke arah Delon yang sedang mengamatinya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as 2-tak
Read
+Library
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

“Ehm.. Tari, nama siapa yang harus aku tulis di sini... “ Kila berbalik badan dan melihat ke arah Tari. Tari menghentikan aktivitasnya, yang sebelumnya tengah mengaduk adonan. Tangan kananya merogok saku celananya, memberikan kertas catatan yang diberikan pelanggan wanita itu padanya. Kila segera menerima catatan itu dari tari, membukanya dan membacanya pelan. Blackforest ukuran empat puluh sentimeter, hiasan cokelat, bertulisan selamat ulang tahun Kama. Mata Kila tidak salah lihat kan? *** ***
700 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as 2-tak
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status