Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

"Apa ada orang?" Leo tidak melihat siapa pun, jadi dia memanggil. Namun, dia tidak mendapat jawaban apa pun. Tepat ketika Leo hendak berteriak kembali, tiba-tiba ada gerakan di dalam. Sebuah robot berjalan ke arahnya sambil membawa nampan. Ada secangkir teh dan sebuah catatan di nampan yang bertuliskan tunggu sebentar. Leo mengambil cangkir teh itu dan menciumnya. Setelah memastikan bahwa teh itu tidak beracun, dia menyesapnya.
9.372.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as a cup of tea
Read
+Library
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

“Mungkin. Mungkin juga dari fans berat. Atau kamu yang kirim?” Chalia hanya mendengus. “Lucu.” Dia mengambil bungkus teh itu tanpa banyak bicara, membawanya ke pantry kecil di sudut ruang praktik. Air panas sudah tersedia di dispenser. Dengan gerakan otomatis, di menyobek plastik, mengambil satu kantong teh, dan memasukkannya ke dalam cangkir putih kesukaan Janu. Aroma khas earl grey langsung menyebar, tajam dan sedikit sitrus.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as a cup of tea
Read
+Library
OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU

OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU

Cangkir yang mencerminkan sifat elegan dan feminin untuk Zuri, dan yang kuat dan berani untuk Mirah. Dengan lembut, Jemy mengangkat nampan berisi cangkir teh dan berjalan menuju ruang tamu. Dia tersenyum lembut saat melihat sahabat-sahabatnya, Jemy pun menawarkan mereka cangkir teh dengan kedua tangan. "Teh matcha untuk kedua sahabat gue! Selamat menikmati," ucapnya, dengan nada suara yang hangat dan ramah.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as a cup of tea
Read
+Library
Pernikahan Bisnis Dua CEO

Pernikahan Bisnis Dua CEO

Tangannya bergerak hati-hati, seolah ia sedang mengatur sesuatu yang lebih dari sekadar cairan panas. Gerald mengamati setiap gerakan itu. Ada sesuatu yang menenangkan dalam cara Elena menuang teh—gerakan yang sederhana, namun penuh kendali, sekaligus kelembutan. “Teh hijau, tanpa gula,” kata Elena, menyerahkan satu cangkir pada Gerald.
3.8K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as a cup of tea
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku

Namun sebagai istri, ia tahu ada hal-hal kecil yang tak perlu diminta untuk dilakukan. Begitu air mendidih, ia menuangkannya perlahan ke dalam cangkir. Uap hangat mengepul, membawa aroma teh yang menenangkan. Setelah diaduk beberapa kali, Latisha meletakkan cangkir itu di atas nampan kecil bersama segelas air putih.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 219 Times as a cup of tea
Read
+Library
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Tangannya tampak sedikit gemetar saat memegang nampan tersebut. "Permisi, Nyonya Duchess," ucapnya lirih. "Ini teh pesanan Anda." Valeriana tidak langsung menoleh. Ia masih tenggelam dalam bukunya. "Taruh saja di meja." Pelayan itu meletakkan nampan dengan denting pelan. Ia kemudian menuangkan teh dari teko ke dalam cangkir dengan gerakan yang tampak kaku. Cairan berwarna kuning keemasan mengalir perlahan, uap panas mengepul membawa aroma bunga lembut khas teh chamomile.
9.937.2K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as a cup of tea
Read
+Library
The garden Tea! Julie & Radit

The garden Tea! Julie & Radit

Radit juga senang bisa bertemu dengan orang baik sepergi Bapak yang pernah menolong ia saat kecelakaan yang begitu dalam saat Julie menabrak dirinya hingga sampai saat ini dia masih belum bisa berjalan dengan bebas. Pagi itu suasana sangat sejuk ditambah lagi semalam turun hujan yang membasahi semua pelataran rumahnya yang tergolong terpencil itu. Banyak kebun teh yang membuat daerah itu sangatlah sejuk dan memukau dikala mata melihatnya. "Dit, bagaimana jika kita keluar melihat kebun teh itu"ucap Julie seraya menunjuk keluar. Radit pun menuruti apa yang dimaui oleh Julie.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as a cup of tea
Read
+Library
Forgotten You

Forgotten You

Tanyanya penuh dengan antusias sembari membuat suatu minuman entah apa itu. Lelaki yang tengah telanjang dada hanya mengangguk sembari kebingungan bagaimana bisa dia berada di sana. Perempuan yang mengenakan pakaian casual tersebut mendekat pada Geri kemudian menyodorkan secangkir teh yang masih hangat. Asapnya mengepul dan tercium aroma khas teh yang begitu menyegarkan. Padahal ini tengah hari dan ia berniat untuk minum yang dingin setelah tadi tak sempat menyegarkan tenggorokannya karena haus.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 251 Times as a cup of tea
Read
+Library
Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati

Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati

Clarin berjalan ke belakangnya, mendorong kursi roda ke area kosong di depan jendela kaca besar, tempat tumpukan kotak belanja membentuk gunungan kecil. Kemudian, dia membuka salah satu kotak berwarna oranye dan mengeluarkan satu set cangkir teh. “Apa kamu suka set cangkir teh ini?”
1065.8K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as a cup of tea
Read
+Library
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Susan menatapnya sebentar dengan ekspresi yang mengatakan bahwa jawaban itu tidak cukup memuaskan tapi ia memilih untuk tidak mengejarnya lebih jauh—setidaknya untuk sekarang. "Duduk," katanya. "Saya buatkan teh." --- Teh yang Susan bawa adalah sesuatu yang tidak Wandra perkirakan—bukan teh celup dari kotak yang ada di meja kantin, melainkan teh oolong yang diseduh dalam teko keramik kecil dengan air yang suhunya diukur dengan termometer mini, dituang ke dalam cangkir tanpa pegangan yang terasa berat dan halus di telapak tangan sekaligus.
1031.3K viewsOngoingAdded to Library 750 Times as a cup of tea
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status