Here are 55 novels related to abra for you to read online. Generally, abra or similar novel stories can be found in various book genres such as Young Adult, Fantasi and Romansa. Start your reading from AMORAGA at GoodNovel!
"Gue yakin, kalo lo kenal Abang gue, kalian gak akan akur."
"Kenapa? Kan kita sama. Sama-sama gak suka lo berantem, sama-sama memilih kedamaian. See, apanya yang bikin kita gak akur?"
"Suatu hari, gue akan bawa lo nemuin dia."
Amora tersenyum. Cewek itu menatap Raga penasaran. "Gue boleh nanya?" Raga mengangguk sebagai jawaban. "Dari dulu penasaran. Warna mata lo asli? Atau lo pakai soflent?"
ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya.
Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
Lea jadi bingung, ini orang ngomong sama siapa sebenarnya?
Tangan Lea yang hendak kembali melayangkan pukulan terhenti di udara, "Ha?"
"Rumah," ulang Argan.
"Oh, Apartemen Griya Indah. Itu sebenarnya-- E-eh, EH! ARGAN SINTING!!! AAAARRRGGHHHH!!!" teriak Lea begitu Argan langsung menancap gas saat lampu berubah hijau.
, tutur Azka.
“Maksud lo, semacam terapi gitu? Emang gue sakit apa! Ngawur deh,”
“Itu bahaya Alaska, kalo lo kebanyakan ngelamun. Bisa-bisa lo bisa menetap dalam dunia dimensi lo yang lain!” pungkas Azka yang kali ini serius. Meskipun Alaska menanggapinya dengan tawa yang sumringah.
“Hahaha, ngaco banget deh lo,” lirih Alaska yang kini kembali sibuk dengan layar laptop di hadapannya.
Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang.
Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as abra
"Malam itu, kurasa kau sudah melihatnya. Bagian diriku yang lain."
"Maksudmu ... serigalamu?" tanyaku hati hati dan kulihat Dave mengangguk pelan.
"Namanya Aro. Mungkin sedikit sulit mempercayainya, tapi dia adalah salah satu serigala terkutuk." Ucap Dave dengan tenang, namun mampu membuat jantungku lupa berdetak untuk sesaat.
"A ... apa maksudnya dengan ... terkutuk?" tanyaku pelan, begitu pelan hingga seperti sebuah bisikan.
Andiradira
Oke, gue sebentar lagi sampe.
Aluna memainkan smartphone nya untuk mengusir rasa bosan, membuka aplikasi I*******m dan melihat-melihat postingan teman-temannya di dunia maya. Berselang 5 menit kemudian Andira terlihat memasuki coffee shop, gadis itu mengenakan gamis hitam dan khimar navy bermotif bunga-bunga. Aluna tersenyum dan melambaikan tangan, Dira yang melihat itu pun langsung menghampiri Aluna.
“Assalamu’alaikum” Sapa Dira.
Wajahnya begitu sejuk dan bersahaja.
"Halo, Mba, perkenalkan aku Hanna." Ini sudah yang kesekian kali Hanna memperkenalkan diri, tapi Arimbi masih belum merespons.
Pandangan Arimbi masih tertuju pada langit mendung. Objek langit memang menjadi pemandangan kesukaannya saat duduk di taman. Entah apa yang Arimbi pikirkan? Tatapan wanita itu seolah-olah berpikir, tengah menerka sesuatu. Namun, tidak ada yang tahu.