My Light
Asya yang tadinya bingung dengan tingkah Rafan, mendadak panik saat tangan Rafan bergerak menyentuh kelopak matanya.
“Ra-Rafan?” Asya mulai takut, akan sesuatu.
“Matamu bagus, boleh aku mengambilnya?” Dengan nada dingin dan membius, mengatakannya.
Asya bergidik ngeri. “Nggak!” Langsung menggeleng cepat, dan menjauh dari Rafan yang ingin mencongkel matanya. Namun, gagal karena Rafan langsung mendekap erat dan tangannya kembali menyentuh kelopak matanya. “Rafan! Jangan!”
Hot Chapters