Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku ADA

Aku ADA

Kuntilanak yang berawal dari mimpi, mengapa bisa datang dalam kehidupan nyata? "Kak, ini ada kado dari kurir." kudengar Akila bicara dengan Anita, saat kubuka mataku ternyata sudah pagi. "Dari siapa?" tanyaku, sembari meregangkan otot-ototku, karena perbuatan kuntilanak itu sikuku jadi terluka. "Hadiah dari Rendy." sontak Aku terbelalak mendengarnya. To be continue
102.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as ad-dain
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

"Dasar mata duitan." "Ya ampun, Bang. Gue mau ngasih tau lo penting banget. Awas aja kalau lo udah tau beritanya terus tercengang. Lo harus traktir gue." goda Dinda lalu keluar meninggalkan kamar. "Emang apaan sih, sok-sokkan pakai taruhan segala." datar Andre. "Ada lah, lo lihat aja nanti."
103.7K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as ad-dain
Read
+Library
Cinta Abadi

Cinta Abadi

"Kamu yang sabar ya. Percaya semuanya akan berakhir dengan indah." Zahra menghela napas. "Indah dari mana?" "Iya. Setiap keadaan pasti akan berubah menjadi indah," jawab Vita seraya menatap iba Zahra. "Apa ini karma ya untuk aku?" tanya Zahra. Kali ini air mata telah menetes dari pelupuk matanya. Vita menaikkan salah satu alisnya. "Karma? Kenapa kamu kok bisa bilang gitu?"
103.6K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as ad-dain
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

tegasku, memberi pengertian pada Alia. "Maaf." Alia menunduk, namun tangannya terlihat mengepal genggam. Membuatku hanya bisa menarik napas berat. 😍Terimakasih😍 Subscribe, like dan komentarnya dong!😍 #kbm_cerbung Next kilat cus cus cus..... Kado Terakhir Istriku Part6 "Ibu, bibirnya miring dan tangannya sedikit bengkok, seperti orang yang terserang stroke, Pak."
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 741 Times as ad-dain
Read
+Library
DIA

DIA

ucap Adyatama sembari mengelus pipi bundanya. "Kita hidup bertiga seperti sebelum-sebelumnya saja ya Bunda," bujuk Adyatama lagi. Adyatama memang memiliki sifat yang sedikit keras, karena keadaanlah yang membentuknya menjadi pribadi yang demikian. "Anak kecil saja sudah pintar bicara, sok-sokan membela Bundanya." Kali ini Dian anak Joan yang berbicara.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as ad-dain
Read
+Library
DENDAM ISTRI TARUHAN

DENDAM ISTRI TARUHAN

"Terima kasih, semuanya, sudah datang malam ini untuk merayakan kebahagiaan kami. Kehadiran Adrian adalah anugerah yang tak ternilai bagi kami. Kami berharap dia tumbuh menjadi anak yang sehat, bahagia, dan penuh cinta seperti doa dari kalian semua." Suasana berubah haru ketika doa bersama dipimpin oleh David. Semua orang menadahkan tangan, mendoakan Adrian dan keluarganya agar selalu diberi kebahagiaan. Setelah acara doa, makanan lezat yang disiapkan dengan penuh cinta oleh Dea dan Andre disajikan. Semua orang berbincang dengan hangat, sementara Dea sesekali menyusui Adrian di kamar yang lebih tenang.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as ad-dain
Read
+Library
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Rahtore membalas pelukannya Sambil mengecup kening Putrinya. "Shelia juga sangat merindukan papa." Shalia Angreini namanya, Putri satu satunya Rahtore sing. Dia cantik, imut, berprestasi namun agak sedikit keras kepala. Rahtore Sangat sayang padanya setiap apa yang di inginkan pasti akan di kabulkan oleh-nya. "Bagimana pejalanan mu sayang?" "Baik pa, dan papa bagiamana kabar mu?"
102.9K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as ad-dain
Read
+Library
SATE DAGING AYAH

SATE DAGING AYAH

"Ada tamu, ya, Neng?" "Iya, Yah. Ibu ini mau numpang ke kamar mandi." "D-DAHLAN!" Indah menghentikan langkahnya saat mendengar Ayahnya menyebutkan nama. "I-INDRA!" BERSAMBUNG
104.7K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as ad-dain
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hanya sibuk menyesap wine miliknya lagi. "Kemenangan yang luar biasa, Bos," sapa Damar dengan senyum yang dipaksakan dan dibuat-buat ramah. Ia pura-pura tidak tahu siapa Jevan sebenarnya. "Saya Damar. Saya melihat Anda bermain. Boleh saya bergabung untuk satu putaran?" tanya Damar lagi. Jevan menoleh. Matanya meneliti Damar dari atas ke bawah. "Terserah," jawab Jevan singkat dan dingin. "Tapi taruhannya akan naik,"
804 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as ad-dain
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status