Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SATE DAGING AYAH

SATE DAGING AYAH

"JAUHI MILAN ATAU NASIBNYA AKAN SAMA SEPERTI SUAMIMU!" "JAUHI MILAN ATAU DIA AKAN MATI!" Bu Diah menutup mulutnya apalagi saat melihat beberapa foto seorang pria yang sedang berada di atas meja dengan bagian pinggir perut yang robek. "I-itu Kang Faiz!" Indah mengambil foto yang ada di tangan ibunya. Indah memeluk foto tersebut sambil bercucuran air mata. Matanya liar mengitari seisi ruangan dengan mulut yang bergumam tak jelas.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as daiya no a
Read
+Library
Dia Anakku, Bu!

Dia Anakku, Bu!

"Waalaikumsalaam.. ehh Nisa, tumben ada mau beli apa nduk?" "Ini Wa, Nisa mau beli perlengkapan lamaran kerja, ini daftarnya." Kuberikan selembar kertas berisi daftar keperluan yang kubutuhkan ke Wa Danu. "Sebentar, Uwa siapkan dulu ya." "Iya Wa.." Sementara Wa Danu menyiapkan keperluanku, datang Wa Susi menghampiri. "Nisa, habis ini mampir kebelakang ya. Uwak ada sesuatu buat Alea."
102.5K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as daiya no a
Read
+Library
DAISY

DAISY

Dia gadis cerdas. *** Air kolam yang memantulkan cahaya rembulan lebih menarik, daripada harus menatap dua manusia yang ada di belakangnya. Daisy menarik napas dalam sebelum membalik tubuhnya menghadap Bibi Calyn dan Seryl yang berdiri dalam diam. "Jadi, mau kalian apa?" "Daisy, kau cantik sekali, Nak." Bibi Calyn tersenyum. "Sejak dulu aku sudah cantik, Bibi. Tidak perlu berbasa-basi lagi," ketus Daisy.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as daiya no a
Read
+Library
DIA BUKAN BAPAKKU

DIA BUKAN BAPAKKU

desis Aisyah dengan mata berkaca-kaca. Aisyah memegang dahi Farah. Farah tampak bereaksi dengan sentuhan hangat itu. Dia melihat Aisyah, perlahan air matanya mengalir lembut di sudut matanya. Aisyah menghela nafas, tandanya Farah mulai menyadari kehadiran dirinya. “Kamu nggak boleh begini terus, kasihan Lila sama Genta,” kata Aisyah dengan lembut.
948 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as daiya no a
Read
+Library
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Pagi-pagi sekali, aku terbangun gara-gara mendengar suara dari dapur. Brian dengan kemeja yang digulung sampai siku, lengan kekar dan berotot itu sedang sibuk membolak-balik wajan, menghangatkan kembali semua masakan semalam. “Hari ini aku temani kamu merayakan hari Idul Adha yang terlewat kemarin.” Dia menjepit sepotong daging asam manis dengan spatula dan mencicipinya. “Lumayan enak juga.”
8.2K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as daiya no a
Read
+Library
Dara Ameera

Dara Ameera

tanya Anggita Alfarez, ibunda dari Danu Alfarez. Danu tersenyum kecil, sesekali ia mencuri pandang ke arah Dara, dan mengedipkan kedua matanya, di saat para orang tua mereka tengah berbicara mengenai pernikahan. Hingga Febri sanjaya menangkap basah kelakukan pasangan itu. Ia hanya tertawa pelan, sedang Danu hanya tersenyum canggung, dan Dara menunduk menutupi wajahnya yang memerah. Hari ini, entah untuk ke berapa kalinya Danu memuji kecantikan Dara saat calon istrinya itu mengenakan kebaya dan rok bermotif batik, dengan make up yang tampak natural. Danu bersyukur memiliki calon istri seperti seorang Dara Ameera.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as daiya no a
Read
+Library
Futago Ga Daisuki (Cinta Si Kembar)

Futago Ga Daisuki (Cinta Si Kembar)

Daiki terpaku dengan mulut penuh bakpao. “Apa? Aku dan Daisuke memperebutkan gadis bernama Kira?? Kau gila apa! Aku kenal gadis itu saja tidak. Melihatnya saja belum pernah!” Daiki melanjutkan melahap sisa bakpao di tangannya. “Ooh” mendengar ucapan Daiki entah kenapa dada Yukie merasa sangat lega. “Bagai mana dengan punggungmu? Kau sudah baikkan?”
104.9K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as daiya no a
Read
+Library
APRILISYA

APRILISYA

ucap April kemudian beranjak dari sofa. April melihat siapa yang datang dari layar. “Oma?” Tanpa berlama-lama lagi dia membuka pintunya. Dilihatnya sang Oma masuk. “Sia---pa?” Aliga benar-benar kaget melihat seorang wanita paruh baya, namun terlihat sangat dingin sekali wajahnya. “Aliga?” wanita paruh baya itu lebih dulu menyapa. “Saya Oma Dera. Omanya April,” ucapnya menjawab kebingungan Aliga yang mematung begitu saja.
102.8K viewsOn holdAdded to Library 104 Times as daiya no a
Read
+Library
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Daiyu berdiri diam di tengah ruangan. Perlahan, ia mengangkat wajahnya. Tidak ada lagi ketakutan. Bibirnya menyunggingkan senyum miring. Daiyu menggenggam sesuatu di dalam lengan hanfunya. Sebuah benda kecil dari pasir yang telah membatu. Terasa kasar dan dingin di kulit, namun berdenyut pelan. Hadiah kecil dari Putri Ravia saat kunjungannya kemarin.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 506 Times as daiya no a
Read
+Library
Dia

Dia

Gadis itu menggerakan tangan dan kakinya seperti katak. "Heh! Bangun!" ucap Tita. Dia melempar tote bagnya ke atas ranjang. "Bentar Tit. Ngadem dulu," "Tat tit tat tit. Licin bener mulut lo nyebut nama gue begitu," Lea tertawa. Tita memang sangat tidak suka saat ada seseorang yang memanggilnya dengan 'Tit'. Menurut gadis itu, 'Tit' terdengar seperti kata mesum. Padahal itu 'kan memang namanya, duh.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as daiya no a
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status