SEHARUSNYA KAU IKUT MATI
“A, a, apakah, me, me, mereka memang dibalik teror ini?”
“Atau mungkin, me, me mereka adalah…..”
Deggggg
Tepat ketika dia melewati sebuah pohon mangga yang tampak besar, yang merupakan sebuah pembatas antara salah satu kebun dengan kebun yang lain.
Langkahnya kembali terhenti, bukan karena dia ketakutan akan sesuatu yang kembali muncul di depan dirinya.
Hot Chapters