Dikira Babu Ternyata Ratu
Meskipun dalam mode senyap, aku hafal getarannya adalah pertanda pesan masuk berturut-turut.
"Siapa sih, Mas? Kok kaya banyak gitu pesan masuknya." Aku bertanya di sela-sela kaki melangkah.
"Rekan bisnis Mas. Kan handphone-nya habis kamu simpan, jadi ya gitulah. Banyak yang kirim pesan menanyakan kabar Mas." Jawabannya terdengar ambigu.
Padahal, meskipun aku yang menyimpannya selama beberapa hari, kalau ada pesan masuk mengenai bisnis ataupun kesehatan Mas Zein pasti selalu aku balas.