Sang Penakluk
balas Alden berusaha bersikap wajar, walaupun wajahnya yang memerah tidak bisa menyembunyikan jawaban yang hatinya teriakkan.
"Mbak Indi itu, wajahnya muanise pooool banget. Ayu dan anggun, mas Alden dan mas Keenan bukan cuman pengagum mbak Indi. Putranya ndoro Sandi juga, lho," lanjut Haris dengan serius. Alden tersenyum membenarkan.
"Kulitnya cokelat terang mulus, pancen luar biasa ada perempuan yang Gusti ciptakan sedemikian menawan kayak mbak Indi. kayak putri keraton," puji Haris.