Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Seorang pria berjalan melewati lorong, membawa sesuatu yang terlihat seperti kantong hitam besar. Dia berjalan cepat, seakan tidak ingin ketahuan. Aldric menyipitkan mata, mencoba melihat lebih jelas. Tapi pria itu sudah menghilang di tikungan. Aldric merasakan firasat buruk. “Ada apa?” Lyra bertanya. Aldric menggeleng. “Nggak tahu. Tapi ada yang nggak beres di tempat ini.” Finn duduk tegak. “Maksudmu?”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as adrift
Read
+Library
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) POV Aarav "Apa, Yah? Ayah mau melamar Siti untuk Aarav? Tidak mungkin." "Kenapa tidak mungkin, Rav? Ayah hanya ingin kamu mendapat pendamping yang tepat." "Bukannya Ayah yang suka sama Siti, karena wajahnya mirip Mama."
108.8K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as adrift
Read
+Library
Sadena

Sadena

--Sadena-- Marsha menatap langit malam dari jendela kamarnya. Bintang-bintang berhamburan di atas sana. Seperti kebiasaanya, Marsha akan mencari bintang yang bersinar paling terang. Dan ketika menemukannya, Marsha memotret bintang itu menggunakan kamera polaroidnya. 
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 474 Times as adrift
Read
+Library
HURT

HURT

Di belakang gadis itu, matahari perlahan terbenam. Menakjubkan. Indah. Kata-kata itu mungkin tak cukup untuk melukiskan apa yang tengah disaksikan Joon. Ia meraba-raba ponsel di saku celananya dan ketika menariknya keluar, ia mendesah kecewa. Ia lupa kalau sejak satu jam yang lalu ponselnya mati karena kehabisan baterai. Sayang sekali, padahal ia ingin sekali mengabadikan pemandangan indah itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as adrift
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

"Pergi dari rumahku!" "Kenapa berbeda, Sayang? Padahal tadi kamu menyuruhku menunggu di dalam, tapi kamu lama sekali. Maaf, aku sudah lancang menyusulmu." Dada Arimbi kembali bergejolak sakit, keinginannya yang sempat goyah pun bangkit. Menyeka air matanya yang keluar begitu saja, Arimbi melangkah lagi bahkan sedikit berlari. Matanya yang penuh air mata membuat pandangannya mengabur, sehingga tidak melihat sebuah truk melaju cepat. Braaaak! Semua orang menoleh, melihat tubuh Arimbi terpental jauh.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as adrift
Read
+Library
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

“Itu… itu dia.” Makhluk itu menatap mereka dengan mata-mata bercahaya. Suara berat bergema langsung ke dalam pikiran mereka. “Siapa yang memanggilku di samudra bayangan?” Ardyn berdiri tegak. “Namaku Ardyn. Kami ingin menyeberangi Lautan Tenebrae menuju Abyssal Chasm.” “Banyak yang meminta… sedikit yang selamat. Apa kau rela menyerahkan dirimu pada samudra?”
101.4K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as adrift
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Byurrrr "Hahhh ma...ma mama," ucap Ara gelagapan. Sungguh, air di rumah sakit ini dingin sekali seperti es. Winda terus terusan mengguyur Ara dengan air yang ada di bak mandi hingga habis, lalu meninggalkan Ara begitu saja yang masih gemetar kedinginan di dalam sana. "Dingiiinnn," ujarnya yang mulai kedinginan. Bagaimana Ara bisa keluar dengan keadaan basah kuyup seperti ini. Yang ada malah semakin mempermalukan dirinya sendiri.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as adrift
Read
+Library
Unforgettable

Unforgettable

Setelah selesai menelefon sang Ibu, Anna segera pergi menuju Mall Taman Asri untuk mencari kado bagi Adik satu-satunya itu. Matahari yang sangat terik menyinari Kota Jakarta siang itu, Anna yang hendak menaiki bus Transjakarta harus terlebih dahulu menyebrang untuk sampai ke halte bus tersebut. Namun tampaknya karena cahaya matahari yang terlalu terik, Anna tak dapat melihat lampu jalanan dengan jelas. Saat gadis itu hendak melangkahkan kakinya untuk menyebrang, ia tak menyadari ada mobil yang juga hendak lewat dengan kecepatan tinggi.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 402 Times as adrift
Read
+Library
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Aku takut tidak bisa menyampaikan pesannya dengan baik dan membuat Ibu kesusahan. Ring! Ring! Astaga, sepertinya aku harus mengangkatnya. Tapi nomor siapa ini? Aku sama sekali tidak mengenalinya dan Ibu tidak memberikan nama diatasnya. “Halo?” sapaku lebih dulu setelah mengangkatnya. “Apakah ini nomor Ibu Jasmine?” sahut suara itu dan terdengar seperti seorang pria. “Ya, anda siapa ya?” “Oh, apa Ibu lupa saya? Saya pria yang pernah anda temui di ….”
4.0K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as adrift
Read
+Library
MOIROE

MOIROE

Evander bertukar pandangan dengan Isaura, sedangkan Jasindha saling menatap dengan Adante dan mulai memasang raut wajah waspada. "Adante, adakah kemungkinan kecil bahwa perkataanmu mungkin saja salah?" Tanya Jasindha dengan wajah penuh keseriusan. "Hanya ada setengah kemungkinan bahwa mereka gagal untuk masuk ke Arkadia. Mungkin saja mereka tidak bisa menemukan jejak diriku." Jawab Adante dengan ekspresi tidak yakin. Jasindha menutup matanya sejenak, "Aku berharap bahwa itu masih termasuk sebuah kemungkinan. Lagipula mengapa mereka harus mengejar dirimu?"
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 652 Times as adrift
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status