Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARABELLA

ARABELLA

tanya Ardi. "Enggak, aku udah order ojol. Aku pergi dulu." Bella pun pergi. "Hati-hati Bell." Ardi kembali menatap Baron. "Kamu harus minta maaf sama adek kamu. Suka banget ribut." "Iya pa." Baron rasa kali ini Bella akan mendiamkannya lebih lama dari biasanya. ***
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

Unplaced, batin Vika dalam hati. Mendadak, sebuah mobil yang lewat mencipratkan genangan air dan mengotori gaun merah sedengkulnya. ***
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Manggala diam “Gue nggak mungkin bawa lu pulang ke kos-an. Apa mau gue bawa ke hotel? Ke pantai lagi?” “The Ocean, Adriatic, 17th fl” Manggala akhirnya menyebut alamatnya. Cepat dan singkat tapi Nayara mengerti dan tahu lokasi itu. *** Bersambung
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Dirinya yang pertama kali tadi menyaksikan adanya penampakan misterius di atas kapal itu kini seutuhnya berada dalam sergapan makhluk kasat mata. Kedua bola mata Wendra yang hitam perlahan memutih warnanya. Penglihatan Wendra kemudian diselubungi fatamorgana. Gelap gulita dunia kini dia rasakan. Wendra terduduk lemas di salah satu kursi penumpang. Dirinya terbaring dalam kebekuan badan dan ingatan. Kesadaran Wendra perlahan terbang melayang hingga menembus tujuh lapis awan. Tak sanggup lagi Wendra kini membuka matanya. Tak mampu dia bicara. Tak juga dia bisa merasakan apa-apa.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

ucap sang Gegendu sambil berjalan mendekat. Sedangkan tubuh Arjuna yang tertancap dan menggelantung di batang pohon, terlihat dalam keadaan lemas tak bernyawa. Dengan darah segar yang menetes dari lubang yang ada di dada serta mulutnya. Sungguh itu sebuah pemandangan yang tragis, tapi indah. Karena berlatar belakang bulan sabit, yang tampak seakan-akan berdiri di belakang Arjuna.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Adrian asli menatap ke langit putih, lalu menulis satu kalimat sederhana: “Aku bukan Adrian yang sempurna. Tapi aku adalah Adrian yang memilih untuk tetap ada.” Cahaya meledak dari pena itu. Dunia putih runtuh. Saat debu tinta menghilang, hanya satu sosok yang berdiri di tengah kehancuran. Lena menangis saat layar di ruang observasi menampilkan: ENTITAS TERTULIS: ADRIAN (ASLI) ENTITAS ALTERNATIF: DIARSIPKAN
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
Waktu adalah Maut

Waktu adalah Maut

Adrian sontak berseru dengan panik saat kesadarannya perlahan ditelan oleh air laut yang dingin. Adrian berhenti meronta, dia menatap langit yang redup dengan sorot tatapan kosong …. Adrian pun membatin, 'Charin, aku di sini untuk menemanimu …. Kalau aku minta maaf, maukah kamu memaafkanku?' Adrian perlahan memejamkan matanya .... "Byur!" Adrian ditarik keluar dari dalam ombak saat dia hampir kehilangan kesadaran.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

Jawab Reihan. Mereka bersantai setelah makan malam selesai. Alea yang sibuk memainkan bonekanya bersama sang ayah, kini sudah mulai mengantuk. Namun tiba-tiba lampu di rumah mereka pun padam. Semua terlihat gelap gulita. Tidak ada penerangan. Angin semakin kencang. Jendela yang tadinya tertutup kembali terbuka karena diterpa angin kencang. Jihan yang masih belum beranjak dari depan jendela kembali menutup jendela tersebut. “Ayah, Mama. Kalian dimana?” Tanya Alea yang takut karena mati lampu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
debat Hafiz. Aduh, mulai deh pertemanan seperti Tom and Jerry muncul lagi. Entah apa yang membuat mereka bisa berteman, tapi selalu berantem. Pertemanan yang aneh. Aku menepuk jidatku. “Ada apa?” tanya Mas Wira tiba-tiba muncul entah darimana, kayak jelangkung. “Ini si Hafiz nabrak Fita sampe jatoh, Mas.” Alfa mengadu ke Mas Wira. “Marahin aja, Mas.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
AFTERFALL

AFTERFALL

𝙳𝚄𝚂𝙺𝙾𝙵𝙴𝚈𝙴 𝙿𝚁𝙴𝚂𝙴𝙽𝚃𝙸𝙽𝙶 【AFTERFALL】
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai adrift
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status