Ah! Sentuh Aku Lagi, Om
Gerakan menembaknya cepat, tajam, dan tanpa ragu.
DOR!
Satu musuh jatuh.
DOR!
Musuh kedua terpental ke lantai, darah mengalir dari dadanya membasahi marmer.
Sementara itu, musuh terakhir membelalak, berbalik hendak melarikan diri, tapi sudah terlambat.
Aldean menerjangnya, meraih kerah bajunya, lalu menghantamkan tubuh pria itu ke dinding dengan keras hingga terdengar bunyi tulang beradu.