Pesugihan Kandang Bubrah
Lututnya mulai lemas, dan tangannya bergetar karena kelelahan.
“Tenaga dan keberanianmu tidak cukup,” sosok tinggi itu berkata lagi, melangkah maju dari bayangan. “Kau melawan dirimu sendiri, Arif. Makhluk-makhluk ini adalah penyesalanmu, ketakutanmu, amarahmu. Selama kau tidak menerima mereka, kau tidak akan pernah menang.”
Arif terhuyung mundur, matanya mencari jalan keluar, tetapi tidak ada yang terlihat selain dinding gelap dan api biru yang berputar-putar.