Menuju Matahari
Seorang perempuan merangkul seorang pria—tepatnya memapah, karena tubuh si pria sedikit sempoyongan.
“Nah, tampaknya semua sudah beres,” kata sang perempuan. “Kerja kerasmu sampai loyo begini tidak sia-sia.”
Setelah cukup dekat dengan obor dan lentera yang masih menyala, baru wajah-wajah mereka terlihat.
Pratiwi, Pangeran Wiratmaka, Pangeran Candrakumala, dan Bajul menatap nanar dengan tubuh kaku.