Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Menikah Dengan Chef Bintang Lima

Mendadak Menikah Dengan Chef Bintang Lima

kata Maharani lembut, meskipun ada kecemasan yang jelas terlihat dari nada yang dipilihnya. "Tapi kamu ‘kan teman baik Anjana. Kamu memang tidak tahu kalau dia pernah punya anak sebelumnya?" tanya Aryan, suaranya terdengar menuntut, mencoba menggali lebih dalam. "Aku hanya tahu, Anjana hanya punya satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Tapi ..." Maharani berhenti sejenak, seakan mencari kata-kata yang tepat. Wajahnya kini lebih serius, seperti sedang menimbang-nimbang sesuatu yang berat.
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 680 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sri Maharatu sunggingkan senyum melihat Muka Besi terkubur dalam tanah bagaikan ditelan bumi. -o0o- Ternyata tanpa disadari oleh Sri Maharatu, ada sepasang mata yang memperhatikan pertarungannya dari kejauhan. Sepasang mata itu tak lain milik anak Adipati Suralaya; Delima Gusti. Perempuan ini setelah berhasil atasi luka dalamnya akibat pukulan Dewa Sengat, segera berkeliaran lagi memburu cambuk pusaka tersebut.
1028.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Maharani pun tidak sanggup lagi menahan air mata, ia membantu Dhava berdiri tegak. “Biar Mama yang bicara, Dhava,” pinta Maharani, suaranya serak. Dhava memberikan ponsel itu dengan tangan gemetar. Buru-buru Maharani menerimanya dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya menghapus air mata.
9.955.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Pawang Hati Mafia Kejam

Pawang Hati Mafia Kejam

Sabe berhenti beberapa langkah dari konter. "Saya tidak ke sini untuk menyumbang. "Wanita itu akhirnya mengangkat kepalanya. Matanya bertemu dengan mata Sabe. Dan dunia Sabe kembali berputar. Mata itu. Mata itu adalah cerminan dari mata yang ia lihat di sketsa ayahnya. Mata yang sama yang menatapnya dari cermin setiap pagi. Mata Saraswati. Tapi jika mata Sabe membawa badai yang tersembunyi, mata wanita ini adalah lautan beku. Keras, waspada, dan tak kenal ampun. Ini adalah Maya. Maya menilainya dengan tatapan tajam seorang ahli taksir. Ia melihat pakaian katun Sabe, hijab hitam sebahu sebagai penutup auratnya, dan mungkin, keputusasaan yang tidak bisa Sabe sembunyikan sepenuhnya.
10631 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Sempurna

Bukan Suami Sempurna

jawab Narendra. Maharani langsung beranjak dari kursinya tanpa sebab. “Ibu mau istirahat dulu, kepala Ibu agak pusing,” ucapnya pergi begitu saja. Maharani tak peduli dengan kedatangan Narendra. Narendra hanya tersenyum karena untuk kesekian kalinya ia gagal lagi mendapatkan restu dari Maharani, ia menatap Rieke yang saat ini murung. Narendra tersenyum seolah menyiratkan dirinya tidak apa-apa.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Dengan malas Atma mendorong pintu berukiran jepara dan masuk ke dalamnya. “Atma, baru pulang?” sapa Ibu Atma yang duduk dengan anggun berdampingan dengan Mahendra. ‘Drama,’ lirih Atma menatap tak suka dua orang paruh baya itu. “Seperti yang kalian lihat.” Atma melangkah menaiki anak tangga. Tak ada yang menahan kepergian pria itu.
9.434.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Swing Partner

Swing Partner

Begitu hidup dan begitu tepat lekuknya berada di lengannya. Tatapan mata Maharani meredup dan sayu saat menatap matanya tanpa kedip. Itu membuat jantungnya bekerja gila-gilaan. Bibir Maharani sedikit terbuka. Bila saja bibir itu tidak gemetar, pasti dirinya mengira bibir wanita itu tengah menggodanya, mengundangnya untuk mencicipinya.
618 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

"Yang sabar, ya, Rindu." Aku terdiam sebentar. Menatap pada Bu Wati yang tengah menatapku dengan genangan cairan bening di kedua sudut matanya. Mungkin, wanita paruh baya ini iba pada nasibku yang sangat tak beruntung. "Rindu nggak apa-apa, Bu." Aku menjawab sembari menarik senyuman. Bu Wati ikut tersenyum. Namun, masih bisa kulihat jika matanya berkaca-kaca.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

Namun sayang Yodha Pambudi Pratama yang seorang pengusaha properti hanya punya anak satu yaitu Dimas Pratama. "Acara ulang tahun Humaira ternyata live di salah satu stasiun televisi swasta. Semua orang menyaksikan kemewahan acara di rumah kediaman Dimas Pratama pemilik PT. Pratama Nusantara. Secara tak sengaja Emran yang malam itu sedang menonton TV tak sengaja menyaksikan acara itu dan melonjak.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Andai sorot mata dapat membunuh, Kuranji mungkin telah mati berkali-kali dihantam kilat kemarahan yang memerah saga dari netra Mahzar. “Aku bersumpah akan menghabisimu!” Mahzar melenting tegak. Kuranji menanti serangan Mahzar dengan waspada. Netra kucingnya awas mengamati gerakan lawan. Sekali lagi Mahzar merentangkan jari. Kuku-kuku runcing itu pun menghilang, berubah wujud menjadi kepalan tinju. “Hiyaaa!” Mahzar membuka serangan, kepalan tinjunya dalam sekejap kembali beralih rupa menjadi cakaran, meski tanpa kuku yang runcing.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status