Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

“Mata kedua?” “Mata Dewa bukan satu,” jawab Harris. “Ada dua lapisan, mata merah untuk membuka pintu dan mata emas untuk membaca siapa yang layak hidup.” “Dan mata hitam?” tanya Queen, pelan setengah bercanda, setengah gentar. Harris menatapnya. “Untuk menghapus.” Tidak ada yang bicara selama beberapa detik. Angin malam menyentuh tirai, tipis dan dingin.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

tutur Damarteja. Muniratri memejamkan mata. Ia mengatur napasnya agar teratur dan hatinya menjadi lebih tenang. “Hanya demi posisi putri mahkota?” Muniratri mendengus. “Kurasa tidak sesederhana itu.” Wanita itu menghapus air mata di pipi. ***
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
DENDAM ARYANDARU PUTRA MAHKOTA YANG TERBUANG

DENDAM ARYANDARU PUTRA MAHKOTA YANG TERBUANG

tanya Pendekar berperawakan gemuk, berkulit hitam dengan kumis melintang. "Aku tidak yakin, Kang Mprit! Bukankah bayi bisu itu tidak selamat saat dilarikan Penggawa Banjur!' sahut Jalu serius. "Ada-ada saja, mata-mata dari Colo Ireng itu! Kan sudah jelas, bayi itu mati saat bayi. Mana mungkin sekarang muncul Putra Mahkota asli!, Jalu, Kang Mprit!" timpal Brodot dengan suara mengejek.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

Karna bagi Manda, bekerja sama dengan Colin itu seperti berdampingan dengan harimau. Well, akhirnya kini mereka sudah berada di depan pintu masuk gedung Hollywood meet. Seperti namanya, sudah pasti penampakkannya luar biasa glamor. Jujur saja, baru kali ini Manda menyaksikan dengan mata kepalanya betapa mewah dan megahnya acara para selebriti terkemuka di Amerika ini.
880 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

"Aisyah besok aku akan kembali, Sayang, kuharap hanya ada air mata bahagia yang akan tertumpah dan yang kuseka dari mata indah nan teduh milikmu itu, permaisuriku!" Bram ikuti nyanyian hewan malam yang akhirnya membuatnya terbuai larut terbawa dalam alam mimpinya. Sementara itu di tempat berbeda. "Argg, sial, kenapa wajahnya terus saja bermain di pelupuk mataku sih?"
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Mahar 50 Juta dari Si Petani

Mahar 50 Juta dari Si Petani

Matanya memanas, tanpa berlama-lama menggenangi pelupuk mata, cairan bening meloloskan diri dengan begitu mudah hingga membuat pipi pria berusia matang itu basah seketika. "Bar," panggil Kang Dadang lirih. Akbar masih menangis sambil mendekap erat tubuh ringkih Emak yang sempat kedinginan. Beberapa keluarga pasien yang kebetulan berada di musala mulai mendekat dan menatap menyelidik.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 824 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Mata Kandita membulat, bibirnya tersenyum lebar. “Kandita, aku enggak suka kalau kau ….” Kata-kata Dirga terpotong saat dia juga melihat ada pergerakan dari mayat Andaru. Dirga memelotot, tidak menyangka apa yang sedang dilihatnya itu adalah kejadian nyata. “Enggak mungkin!” “Berhasil! Dia hidup lagi.” Kandita berseru, terlampau bersemangat.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

Meski di sisi lain usia madunya lebih tua dua tahun, Naina yakin jika dosen itu bisa bersikap lebih dewasa dan sama-sama bisa mengontrol perasaan. Naina beranjak menuju meja riasnya mengambil seperangkat alat salat juga peralatan lain yang diambilnya dari toko untuk membuat hiasan mahar. Naina kembali menangis, hingga isakannya terdengar sambil memeluk mukena di tangannya. Jika ia mengedepankan egonya, ia tak akan mau membuat mahar itu, tapi ia sadar hal itu akan membuat kecewa ibu mertuanya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

Setengah berlari Maharani menuju kamar yang anak tadi tunjukkan untuk melihat apa yang terjadi. "Ya Allah aku pusing lihat mereka. Biarlah mereka berkelahi sampai mereka capek ya Allah. Biarlah mereka puas dengan adegan mereka. Terserah mbak nggak akan melerai kalian". Tersereraahhh!!!!. Maharani setengah berteriak.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai air mata maharani part 25
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status