Bara Dendam Sang Prabu Boko
lanjutnya, menunjuk ke arah serpihan perkamen yang kini seperti serpihan daun kering sisa pesta serangga yang kacau balau, "dibacakan oleh Balaputradewa di balutan gaun pengantin sutra terbaik Medang di Poh Pitu. Pengkhianatan! Itu jelas pengkhianatan dalam gaun pengantin! Di Poh Pitu pula, tempat biasanya orang-orang jatuh cinta, bukan jatuh ke lubang penipuan!"
Wiku Amasu, yang tadinya pura-pura serius tapi sesungguhnya menyimak sambil menyeruput arak dinginnya, tertawa kecil. Tawa renyah, seperti suara remahan kerupuk, tapi diselingi nada sarkastis yang membuatnya terdengar seperti suara serigala licik. "Sudahlah, kawan. Tak usah menangisinya sampai kerutan di dahi Wiku Wirathu jadi tiga
Hot Chapters