Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Artemis Hunter

Artemis Hunter

Kami berjabat tangan dan tangannya yang lebar mengubur milikku. “Hal yang sangat kukagumi dari kalian adalah royalitas.” Itu bohong, tetapi berbasa basi tidak akan membunuh siapa pun. “Jadi, aku mengerti.” “Kau sangat profesional. Kurasa rumor itu benar tentang Pemburu Artemis adalah makhluk abadi.” Aku mengangguk, tidak begitu ingin menjawab untuk terus membuat pembicaraan ini tetap berada di garis yang kuinginkan. “Namaku Samuel Smith. Kemarilah!”
1015.9K viewsOngoingAdded to Library 349 Times as akai x amuro
Read
+Library
STARMOON

STARMOON

ucap carlos asal Liam hanya terus mengucap maaf sambil memeluk Adera, sementara Adera mengusap lukanya pelan dan terus menekan darah yang mengalir deras “kau menyayat arterimu , kau rela mati karenaku?” Adera menatap mata liam yang kini sangat bengkak dan hitam diarea kantungnya, liam benar benar tidak tidur dan terus menangis sepertinya ia juga Nampak kurus tidak seperti sebelumnya
103.1K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as akai x amuro
Read
+Library
AMORIST

AMORIST

“Murung banget wajahnya,” Seorang laki-laki datang menghampiri sambil menempelkan satu kaleng minuman bersoda yang dingin ke pipi Xaviera. “Ouch, dingin!” pekik Xaviera kaget. Laki-laki itu tertawa kemudian mencoba duduk di sebalahnya. Namanya Jeffran Marchel Bagaskara.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as akai x amuro
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

PLAK! Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi putih Raga. Beberapa anak yang sedang lewat langsung bergidik ngeri melihat tatapan Amora semarah itu. Amora memang terkenal ramah dan baik hati. Tapi, siapa yang tidak tahu jika Amora akan terlihat sangat mengerikan jika sedang marah. Dan hanya satu orang yang bisa membuat Amora semarah itu ... Saraga Imanuel. "Kalo lo ada masalah sama gue, kita selesain sekarang!" teriak Amora, menggebu-gebu.
109.1K viewsOngoingAdded to Library 282 Times as akai x amuro
Read
+Library
Saat Aku Tak Lagi Meronta

Saat Aku Tak Lagi Meronta

Ibu mengantarku untuk melakukan pemeriksaan psikologis. Saat mengisi formulir, baru saja aku mencentang "sering merasa sedih", Ibu langsung mengulurkan tangan dan mencoretnya. "Mana mungkin kamu merasa sedih? Siapa di rumah yang memperlakukanmu dengan buruk?" Saat aku memilih "takut berkomunikasi dengan orang lain", dia kembali mengerutkan kening. "Waktu kecil kamu ceria banget, jangan asal isi." Aku tidak membantah. Ketika dia bilang aku tidak sedih, aku mengubahnya menjadi "tidak pernah". Ketika dia bilang tidurku sangat nyenyak, aku menghapus pilihan "sering insomnia". Setelah satu formulir selesai diisi, hampir setiap jawaban telah kuubah sesuai dengan kemauannya. Ibu mengamatinya dua ka
521 viewsCompletedAdded to Library 11 Times as akai x amuro
Read
+Library
RIAN RAINA

RIAN RAINA

“Gu-gue udah jujur. Apa gue harus mati ditangan lo baru lo percaya?” “Oh, jadi lo mau mati?” Rian mengayunkan tangannya bersiap untuk kembali memukul preman itu. “Oke gue bakal jujur.” “Orang yang suruh gue buat nyerang lo namanya Arka.” “Arka? Arka siapa?” “Gue gak tahu nama lengkapnya. Yang pasti seragam dia sama kayak punya kalian.” Rian mengepalkan kedua tangannya. Ia terlihat semakin marah.
9.352.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as akai x amuro
Read
+Library
Aku Mengalah

Aku Mengalah

Rendra selalu saja membuat Afi merasa kesal, ia suka sekali mengganggu angel di sekolahnya dulu ini. Afi, sang angel sekolah. Entah siapa yang menamainya dan memberinya gelar itu, ia terkenal jiwa sosialnya yang tinggi, ramah, cantik, dan pandai bergaul dengan siapa saja. Bagi siswa di sekolahnya, tidak ada cacat bagi seorang Afi untuk di pandang buruk di mata mereka. Kekurangannya hanya satu, ia lahir tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Itu yang membuat Afi kurang percaya diri jika sedang ada acara di sekolah yang harus dihadiri wali murid.
1050.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as akai x amuro
Read
+Library
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

gumam Azura, berusaha tidak ingin merepotkan. Azura membungkukkan bahu dan melenggang. Buru-buru menyetop taxi. Dalam perjalanan, ia merasa berdebar, entah pekerjaan apa yang akan Akio berikan. Akio, cowok keturunan Jepang. Berkulit pucat dengan rambut belah tengah. Kabarnya, dia seorang gay. Entahlah. Terlepas dari apapun itu, Akio sangat baik pada Azura. Terbukti di hari suram seperti ini, hanya Akio yang mau membantunya. Sementara kawan-kawan dekat Azura raib entah kemana.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as akai x amuro
Read
+Library
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Emma masih menyeringai dan bergumam, “Kalian semua sama sepertiku, kalian semua adalah pembunuh!” Di sudut Liliana dengan matanya yang memerah. Elisa, apakah kamu melihatnya? Kebenaran akhirnya terungkap!
11.4K viewsCompletedAdded to Library 410 Times as akai x amuro
Read
+Library
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Terlalu berlebihan. Amara menyandarkan tubuhnya. “Baiklah sepertinya aku akan mengatasimu terlebih dahulu.” Gumanannya memang lemah. Tapi jelas di setiap katanya terdapat obsesi mengerikan. Amara berjanji apa yang terjadi di kehidupan lalunya akan berbalik kepada orang-orang tidak tahu diri itu. Terutama Mira...
353 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as akai x amuro
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status