Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Milik Tuan Mafia

Gadis Milik Tuan Mafia

Dia yakin, Keinara pasti langsung mencarinya sekarang apalagi dia lupa meminta nomor agar bisa saling menghubungi. “Kakak … Sebenarnya aku masih ingin merasakan pelukanmu,” lirih Akiko sambil mengusap wajahnya gusar. Kouma, anjing ras besar itu terlihat khawatir dan memberikan tatapan lembut sehingga Akiko memeluknya erat.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

"Tidak Puteriku!" Ayamure terbaring sekarat setelah memaksaka diri memanggil tujuh Dewa Naga alam semesta. Dia bertarung dengan seluruh kekuatan dengan Dewi Maut Yuki fujita Akemono. Sementara itu Sang Kekasih Siryu sedang mencari mutiara naga yang telah menyebar ke seluruh alam semesta. Ayamure yang terbaeing sangat lemah, seorang datang menemui dia. Sosok yang dipanggil Kakak oleh Ayamure Kenji akirayama "Aya bagaimana keadaanmu?" tanya Kenji "Okh! Okh! Okh!" "Maafkan Aku Kakak aku tidak bisa bangkit dari tempatku berada. "Tidak apa-apa berbaringlah. Kenji akirayama menangis melihat keadaan Ayamure yang tidak berdaya. "Kakak tolong carikan mutiaraku yang telah pergi mutiara bintang 7" kata
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 1 ——————————————————— "Sial!" rutuk seorang lelaki di pinggiran jalan begitu turun dari tunggangan kuda besinya. Dia menatap geram pada ban kempis kendaraan tersebut dengan perasaan kesal. Dengkus pria bernama Rehan itu beberapa kali terdengar, lengkap bersama decak kerucut bibirnya yang hitam di dalam kegelapan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
AKU, KAU, & SELINGKUHANMU

AKU, KAU, & SELINGKUHANMU

“AKU NGGAK MAU BERHENTI BEKERJA!” PLAK! Satu tamparan lain, kini membuat bibirku sedikit sobek. “BR*NGSEK! KAMU PIKIR KAMU SIAPA, HAH?! KAMU MAU BALIK LAGI KETEMU LAKI-LAKI ITU?! KAMU LUPA SIAPA YANG SUDAH TOLONG KAMU SELAMA INI?! KALAU BUKAN KARENA AKU KAMU NGGAK AKAN JADI APA-APA, MIA!”
9.6150.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
Aksa!

Aksa!

ucap Aqilla sambil mengarahkan sia kuenya ke arah mulut Aksa. Aksa yang ingin memastikan kebenaran langsung memakan kue tersebut begitu saja. Tanpa ia sadar, bahwa kue itu sebagian sudah digigit oleh Aqilla. Yang berarti Aksa sedang melakukan ciuman tidak langsung dengan perempuan itu. "Lah, iya. Tapi potongan punya gua pas, kok. Mau coba?" tanya Aksa sambil menyodorkan kue bagiannya yang tersisa sedikit ke arah mulut Aqilla.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
2nd (second)  Destiny

2nd (second) Destiny

Eh, apakah jomlo di umur 27 tahun bisa di sebut perjaka tua? “Biarin! Lihatlah betapa cantik-cantiknya mereka, ada Mikasa Ackerman dari Attack On Titan, ada Shiki Ryougi dari Kara No Kyoukai, ada Hinata Hyuuga dari Naruto, ada Emilia dari Re:Zero, ada Kanan Kamui dari Ms. Kobayashi’s Dragon Maid, ada...”
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
Bukan Aku

Bukan Aku

Akhinya dia memilih angkot yang tepat. Apa benar itu angkot yang tepat? Di dalamnya duduk seorang penumpang pria. Filza menilai, dia harus berhati-hati. Pria gagah dengan kumis tebal. Terlihat garang. Sorot mata yang tajam membuat Filza tidak berani menoleh ke arah pria itu. Tampak pria asing itu mengawasi sekitar. Beberapa kali terdengar samar-samar supir berbicara. Entah bicara pada siapa. Derasnya hujan membuat suara supir itu tertelan.
1012.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
AKU ISTRIMU MAS!

AKU ISTRIMU MAS!

--- Sapphire – Senyuman Beracun Langkah kaki Sapphire kembali ke kamarnya terasa ringan, tapi bukan karena bahagia. Itu ringan seperti helai bulu yang terbakar—sepi, namun menyimpan bara panas yang siap menyambar.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
Bukan Aku Orangnya

Bukan Aku Orangnya

monologku, mencoba menenangkan diri. Aku belajar menenangkan diriku dulu, agar Gavin juga bisa lebih tenang. Beruntung hal ini berhasil. Gavin sekarang sudah tidak rewel dalam pangkuanku sambil kuberi ASI. Sesekali kuciumi telapak tangan Gavin. Memperhatikan setiap detail kecil di wajahnya. Kesunyian ini perlahan memberikan kenyamanan untukku. Sayang itu tidak berlangsung lama. Suara notifikasi dari ponselku terdengar, dan itu mengganggu fokusku.
10496 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
Guru Aku Milikmu

Guru Aku Milikmu

Tok.. Tok... Sebuah bambu satu ruas yang di beri lubang kecil berbentuk persegi panjang sedang di pukul kencang oleh seorang lelaki tua yang sedang berdiri di atas menara. "Cepat lari cepat... ada moster bermata merah" "Bagaimana bisa? Bukankah moster mata merah selalu muncul saat matahari terbenam?" "Siapa yang tahu kapan dia datang, cepat kunci pintunya"
866 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai gege akutami
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Melihat detail visualnya, aku langsung kepikiran betapa dalamnya warisan budaya Jepang meresap ke dalam tiap panel karya Gege Akutami.

Gaya monster, kutukan, dan suasana kelam di 'Jujutsu Kaisen' sering berakar dari tradisi folklor seperti yokai, onryō, dan konsep najis atau 'kegare' yang lama hidup dalam budaya Jepang. Aku suka bagaimana unsur-unsur itu dikemas ulang jadi metafora modern: kutukan bukan cuma mahluk menakutkan, tapi juga manifestasi trauma sosial, rasa malu, dan rasa bersalah — tema yang resonate banget di masyarakat yang menekankan harmoni dan reputasi kelompok.

Selain folklore, struktur masyarakat Jepang juga terlihat memengaruhi hubungan antar karakter: hierarki, rasa hormat pada senior, dan tekanan kolektif muncul lewat dinamika antara siswa dan guru, serta kode etik dalam organisasi jujutsu. Bahkan estetika visual—kontras gelap-terang, penggunaan ruang kosong, dan komposisi panel—sering mengingatkanku pada prinsip tradisional seperti wabi-sabi dan estetika negatif yang memberi makna pada yang tak terlihat. Itu bikin serial terasa lokal banget sekaligus universal, karena tema trauma dan tanggung jawab itu bisa diterjemahkan ke banyak budaya.

Pada akhirnya aku merasa karya Akutami jadi jembatan: memanfaatkan akar budaya Jepang untuk menyampaikan cerita modern yang tetap relatable, dan itu salah satu alasan kenapa aku terus balik lagi untuk membaca.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status