Pernah dengar nasihat klasik tentang orang yang sibuk mengejar materi sampai lupa persiapan akhirat? Ulama sering mengingatkan bahwa hidup ini cuma sementara, ibarat pengembara yang numpang lewat. Imam Al-Ghazali dalam 'Ihya Ulumuddin' bilang dunia itu seperti jembatan - kita harus melewatinya, tapi jangan membangun rumah di atasnya. Yang bikin miris, banyak orang kerja 12 jam sehari buat naik jabatan, tapi lupa sholat Dhuha 5 menit. Keseimbangan itu kunci - Nabi Muhammad sendiri berdagang tapi tetap prioritaskan ibadah.
Ada cerita lucu dari teman pesantren: ada orang rajin bangun pagi, tapi cuma buat jogging biar sixpack, bukan buat tahajud. Nah, ulama bilang ini contoh 'tersesat' dalam makna sukses. Dunia boleh dicari asal jadi sarana, bukan tujuan. Ibnu Qayyim pernah bilang, 'Orang bijak memakai dunia untuk bangun akhirat, orang bodoh memakai akhirat untuk bangun dunia.' Jadi, boleh punya mobil mewah, asal jangan sampai gara-gara cicilan mobil itu, kita skip bayar zakat.