BENALU
tegasku berusaha meyakinkan.
“Maukah kamu berjanji dengan Bapak, Angga?” tanyanya serius menyipitkan matanya.
“Berjanji? Janji apa?” tanyaku dengan melipat keningku.
“Kalau bapak menceritakan semuanya, kamu tak akan membenciku,” tandasnya. Kini justru aku yang terperanjat mendengar ucapannya. Entah, kenapa hatiku semakin tak menetu. Akhirnya aku mengangguk menyetujui akan janji itu.