Aku Kembali Bukan Untuk Mencintai
Matanya yang tadi basah kini menyala, dadanya naik turun cepat, seperti kalimat Noah barusan menyentuh sesuatu yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam.
“Kau tidak tahu apa-apa!” suaranya masih bergetar, tapi kali ini karena amarah, bukan lagi tangis. “Kau tidak tahu apa yang sudah kulalui, apa yang harus kutanggung, dan kau berani-beraninya menyebutku pengecut?”
“Benar, aku tidak tahu!” Noah membalas, tak kalah keras, tangannya terangkat frustasi. “Dan itu karena kau tidak pernah cerita apa pun padaku!”