Pemuas Hasrat Atasanku
Wajahnya ia usap berulang kali, seakan ingin menghapus semua jejak air mata yang sempat menetes.
Setelah merasa sedikit lebih tenang, Amel melangkah menuju tangga. Sepasang kakinya terasa berat, tapi tekadnya membuat ia tetap melangkah. Satu per satu anak tangga ia naiki dengan penuh pikiran. Setiap langkah diiringi gumaman dalam hati, mengulang-ulang kalimat yang sama, kalimat yang ia gunakan untuk menguatkan dirinya sendiri.
“Aku gak boleh kalah. Aku harus sabar. Aku harus pintar mainkan semuanya.”