Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Bayaran Duda Angkuh

Istri Bayaran Duda Angkuh

Slamet bukan pengecut atau tidak bernyali seperti yang Kevin katakan, tapi terlalu berat yang harus dia tempuh. Kedua orangtua Kamila menolak. Dilihat dari segi apapun memang berat hubungan mereka. Dari pada sulit dan akan saling menyakiti, Slamet memilih mundur. Tidak peduli dengan ejekan yang keluar dari mulut Kevin, Slamet terima saja. Termasuk konsekunsi yang harus dia terima untuk tidak menganggap Kamila seperti sebelumnya.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
(Bukan) Istri Pilihan

(Bukan) Istri Pilihan

Ambigu, antara iya dan tidak. Bu Mega memang selalu berpikir matang untuk membuat keputusan. Seperti dirinya yang memilih bertahan sekian lama demi keutuhan pernikahannya, meski sudah ternoda. Kemudian mengambil keputusan untuk berpisah, itu pun sudah melalui pertimbangan yang matang tentunya. Ketika memilih mundur, justru Pak Bastian ingin mempertahankannya. "Aku nggak bisa ngasih saran seperti Sinta dan Anas, Ma. Kalau aku terserah Mama saja. Mana yang sekiranya terbaik buat Mama."
10167.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai aku memilih mundur
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Endah Ariyani
Terima kasih kak Lis sudah buat karya sebagus ini, semangat terus updatenya yaa kak......... karya kakak emang selalu bagus semua tapi paling bagus menurut saya tetap Sabda Senja... kalau Anastasya ini belum terbaca cerita nya akan seperti apa,balik sama Yoshi atau menemukan cinta yang baru ...
sari
Aku suka banget semua novel karya mbak lis.. baru kali ini aku suka dgn novel 1 pengarang cerita.. Awalnya 1 novel menarik, kedua menarik, selanjutnya nyambung lg.. Aku suka cerita novel mbak lis banyak menceritakan perempuan2 tanggung.. Terus berkarya mbak lis..ditunggu cerita2 menariknya..🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Ibu Gema cenderung berbicara lembut tapi setiap inti katanya seperti tamparan bagi Almeda. “Mau mundur?” tanya Denial setelah beberapa waktu. “Mumpung belum terlalu jauh.” “Kamu yang dulu mendukungku untuk maju, kenapa sekarang bertanya untuk mundur?” “Aku hanya tanya. Nggak bermaksud apa-apa.” Almeda menyeringai. “Seorang Almeda mundur? Nggak ada dalam kamusnya. Aku sudah nyemplung. Basah sekalian.” Menambahkan. “Aku nggak akan membiarkan mereka menang.”
8.8155.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
Pilihan Kedua

Pilihan Kedua

Tumben sekali kali ini dia lebih menjaga ucapannya. Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan Dwi. Aku tak ingin mengumbar tentang aku yang mengundurkan diri. Sangat tak penting menurutku, bahkan Ina tak mengetahuinya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
PESAN YANG DITERUSKAN KE GRUP KELUARGA

PESAN YANG DITERUSKAN KE GRUP KELUARGA

Dan keberaniannya untuk datang patut diapresiasi. "Bang Faiz sangat terluka, Fin. Dia sampai meninggalkan Bandung demi melupakan kamu. Padahal, dia orang yang cukup pintar menyembunyikan masalahnya. Tapi kali ini, kelihatan sekali kalau dia patah hati ...." "Aku tidak ingin semakin terluka, Aina. Karena itu, aku memilih mundur." "Dengan membohongi perasaan kamu?"
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

Mereka selalu saja iri dan dengki padahal selama ini aku tidak pernah menyenggol mereka. “Wulan ... jangan ambil keputusan dulu. Kita bisa selesaikan masalah ini dengan baik.” Bang Suryadi berusaha menenangkanku. Tetapi, amarahku sudah di ubun-ubun. Aku menoleh pada Bang Sur, menatapnya sekian menit. Kemudian, setelah menarik napas panjang aku berucap. “Oke, kalau begitu ... Wulan yang mundur!!”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

“Lalu karena apa?” “Karena saat semua orang salah paham padaku, dia tetap memilih adil.” Sunyi beberapa detik. “Dan kalau suatu hari ternyata jalannya terlalu sulit...” Anindya tersenyum kecil. “Aku juga tidak akan memaksakan diri.” Ratih mengangkat alis. “Kau bisa mundur?” “Bisa.” “Kau?” “Ya ampun, nenek merendahkanku terus.”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
100 Hari Bilang Sayang

100 Hari Bilang Sayang

Kali ini, Bu Zeva dan Pak Emil memilih mundur. “Kembali ke strategi yang awal. Masuk gantian satu-satu,” usul Pak Emil “Ya, saya dan Pak Emil sudah maju dua kali. Sekarang sisanya,” imbuh Bu Zeva. Yang tersisa hanya Nafis dan aku. Tetapi aku mencoba mengelak. “Saya gak bisa, kemarin saya sudah maju pas di parkiran,” belaku. “Jadi saya nih.” ucap Nafis yang tidak yakin.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
Anaknya Kau Sayang, Anakku Tak Diinginkan

Anaknya Kau Sayang, Anakku Tak Diinginkan

kata Merry menanggapi. Kali ini Anggraini yang menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku sudah memutuskan hal ini. Aku yang mundur. Lagipula aku juga tidak memiliki anak dengannya, sedangkan dia saat ini sedang menantikan kelahiran anak mereka. Dan ini adalah final dari keputusanku,” kata Anggraini sendu.
1049.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
Di Balik Asmara Sang Aktris

Di Balik Asmara Sang Aktris

Fahmi pun menghela napasnya, merasa kalau memang keputusan itu yang terbaik kini. "Mengapa bapak ingin mundur?" tanya Fahmi penasaran. "Apakah masalah ini terlalu rumit, sehingga anda ingin menyerah? Bapak sudah sampai sejauh ini. Rasanya akan sia-sia bila mundur sekarang. Pikirkan lagi dengan matang. Sebelum pemilihan benar-benar bergulir, anda harus benar-benar tahu apa yang anda inginkan. Jangan sampai Pak Pranata, atau Pak Gandhi kecewa pada anda. Lebih baik tidak, ketimbang bapak ragu untuk melangkah."
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai aku memilih mundur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status