Menantuku Selalu Diam Di Kamar
sungut Wati dengan gigi yang gemelutuk saking emosinya dia.
"Sudahlah, Sayang, kamu jangan meladeni dia. Ayo kita pergi dari sini, ngapain juga kamu mau meladeni pria, yang memang sudah tidak kamu butuhkan lagi keberadaannya? Lebih baik kita masuk ke dalam Swalayan, lalu kita bersenang-senang di sana. Kita belanja semua kebutuhan kita, bukannya kita ke sini mau belanja ya? Ngapain juga kanu mesti marah-marah begitu, nanti anak kita jadi pemarah lho," bujuk pria yang ada di sampingnya Wati, yang katanya bernama Faisal.