Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERONDONG

BERONDONG

tanya ulang Elang sambil mengingat-ngingat. "Siapa sih? Penting gak?" "Masa lo gak tau sih?" "Lah, siapa emang? staff gue gak ada yang namanya Yadi, bhambhang" "Yadirikuuuu, hahaa" Roney tertawa terbahak-bahak diseberang. "Gue masih doyan betina" "Haha, sapi yang ada susunya?" Elang menggerling. "Cewek bege" "Ya lu sih, bilangnya betina"
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
Unbreakable Love

Unbreakable Love

Namun, ini rumah keluarga Ben, bukan rumahnya sendiri, mereka tahu dari mana jika Rinjani sangat menyukai sandwich? “Kau pendiam sekali, Rin.” Tante Margaret membuka percakapan setelah mereka menyelesaikan makan pagi dalam keheningan. “Tidak sependiam itu, Tante. Mungkin karena aku belum terbiasa saja. Oh, iya, di mana Om Albert?” Rinjani bertanya kembali. Mata berkeliling mencari keberadaan suami Tante Margareth. “Dia sudah terbang ke Jerman subuh tadi. Ini adalah perjalanan bisnis terakhirnya sebagai delegasi dari Chouyi Group.”
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Ira menghubungi Alala. “Halo, Alala kamu dimana sekarang?” Tanya Ira “Tempat penjual batagor nih deket SD lama, kamu mau kesini kah Ra? Apa sudah selesai masalahnya?” Tanya Alala “Aku dan Navi nyusul kesana ya, ada siapa saja disana?” Tanya Ira lagi “Biasa, aku, Icus, Tidan, Guntur.” Jawab Alala
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
Stuntman

Stuntman

Harga dirinya seolah jatuh dan hancur lebur karena dipermalukan di hadapan keluarganya dan keluarga Albi sendiri. "Satu lagi." Albi berbalik sebelum menggapai kenop pintu keluar. "Rumus lo di TO Mandiri 2 kemaren kurang tanda minus. Makanya masih ada 5 nomor yang salah. Ternyata kalo soal ketelitian, Pena masih jauh di atas lo." -
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
The North Compass

The North Compass

Meski demikian, mereka tetap memaksa untuk bergerak ke satu titik, menuju ke arah sosok yang membangkitkan mereka itu pergi. “Putri Endley.” Kirra Anggriawan, sang asisten mayat-hidup, menyapa Alvi yang sedang berdiri memunggungi. Di belakang sosok laki-laki mayat hidup itu terdapat ratusan mayat hidup yang baru saja bangkit. Mereka semua dulunya adalah penduduk Abandoro yang tidak sempat melarikan diri dari amukan api Nega. “Kirra, kau sudah datang.” Alvi masih memegang Vanishia seraya melirik singkat ke belakang sebelum kembali fokus pada seseorang yang berdiri cukup jauh di depannya.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Semua orang, termasuk Prabu Panji Anom dikagetkan dengan kedatangannya. “Panji Anom...” seru Alap-alap Putih. “Raden senopati Waringin Sungsang?” tanya Prabu Panji Anom. “Tepat sekali. Aku Senopati dari Waringin Sungsang. Alap-alap Putih namaku.” Jawab Alap-alap Putih. “Mengapa kedatangan Raden Senopati terlalu mendadak begini? Kami tidak sempat melakukan upacara penyambutan untuk menghormati kedatangan Raden.” Kata Panji Anom.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

batin Mihran. **** Bel berbunyi Alia pun bergegas membuka pintu saat mendengar suaea bel berbunyi. Awalnya Alia berpikir jika yang datang Oma Siska tetapi dugaannya salah. Mbak Ani, ART yang pamit pulang ke kampung karena ingin menikah. Sayang, pernikahannya gagal dan ia memutuskan kembali bekerja di rumah Amaliya dan Mihran.
5.58.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga Mas Endara

Istri Ketiga Mas Endara

Menjengkelkan memang, tapi Endara masih mencoba untuk sabar. “Ya, Mas gimana sih. Cemen.” Dani mengacungkan jari jempol terbalik untuk meledek Endara. Pasalnya Dani sudah mendapatkan keong kecil satu ember kecil berwarna hijau dalam waktu yang singkat Dani sudah bisa mengumpulkan sebanyak itu. Wajar saja, karena Dani sudah terbiasa berjalan di lumpur, sedangkan Endara ingin melangkah saja kesulitan untuk mengangkat kakinya.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

ucap Bi Siti sambil mengangsurkan amplop coklat besar pada Alif. Dengan segera Alif pun membuka amplop itu. "Sertifikat rumah?!" ucap Alif ketika telah membaca isi amplop itu. Bi Siti segera tersenyum saat itu. "Benar itu adalah sertifikat rumah ini dan itu atas nama Mas Alif. Begitu baiknya Neng Izzah pada kalian, tetapi nyatanya kalian malah membalas dengan sebaliknya. Ah, semoga saja setelah ini kalian akan menjadi orang-orang yang mau membalasa budi!"
30.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 771 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

perintah sekertaris desa kepada kelima orang remaja itu, semuanya lekas menghampiri. "Ini! Saya baru dapat kiriman fotonya! Nah, yang ini namanya Richo Mahendra," tunjuknya pada seorang pria yang berada di sebelah kiri dalam foto rombongan yang sedang diperlihatkan itu. Lelaki itu berkacamata hitam, memakai almamater sama dengan semua orang yang berfoto di sana, hanya saja ia menggunakan topi, jadi memang tampak ia berbeda sendiri.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai alberthiene endah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status