ANYELIR KUNING
Lihat saja, sebentar lagi jaksa kedua akan angkat bicara.
"Ish. Kakak suruh aku sembunyikan wajah cantik?" tanyaku kesal, "nggak akan! Kayak ibu-ibu," sungutku lagi.
"Biarin, Kak. Kebal dia sama godamnya malaikat Mungkar dan Nakir." Kak Alfi angkat bicara. Aku tersudut. Posisi menjadi satu lawan tiga.
Pelita dari kaleng bekas susu yang diisi minyak tanah meredup, tertiup angin dari cela dinding kayu yang berlubang. Di luar suara jangkring bernyayi bersahutan.