Bara Dendam Sang Prabu Boko
Udara pagi dipenuhi oleh deru napas, gesekan busur panah, dan desingan anak panah yang membelah angin, mengukir disiplin dalam setiap gerakan mereka.
Suasana tenang itu tiba-tiba terenggut oleh dentuman tak terduga dalam sesi latihan memanah yang intens. Saat Talang Wisang tengah menarik busurnya, membidik sasaran dengan fokus penuh, tanpa peringatan, tempat yang dijadikan sasaran panah itu ambruk ke tanah. Akibatnya sungguh fatal: anak panah yang sebelumnya membidik sasaran itu melenceng drastis dari jalurnya. Dengan kecepatan mengerikan, ia melesat lurus, mematuk udara, menuju sasaran yang paling tak terduga—leher Mpu Panukuh sendiri. "Gusti Panukuh!! Awas!!!" Teriak Laturana
Capítulos em Alta