Menikah Muda
Tak lama, Lila menepuk lenganku, “Nah, itu dia, Nas. Liat, yang mukanya datar, nggak pernah senyum.”
Aku ngintip sedikit. Benar saja, Alif berjalan pelan di lorong. Ekspresi datar, ransel disampirkan di satu bahu, postur atletis dan rapi banget. Dingin, kayak kulkas dua pintu. Tapi aku nggak bisa bohong, dia memang cakep. Ada aura “jangan ganggu gue” yang kuat banget.
“Fix, dia pantes dijuluki pangeran es,” bisik Lila sambil cekikikan.
Bab Populer