Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Kedua bocah itu pun segera datang dengan langkah kecil mereka, masih sibuk membicarakan mainan baru yang mereka dapatkan.
“Sayang, hari ini Abang pulang cepat. Ada yang ingin kamu makan? Biar Abang belikan,” kata Dante setelah mulai sarapan.
“Pengen apa, ya?” Mataya berpikir sejenak.
Salah satu ART yang masih muda datang membawa jus, lalu ikut menyahut, “Bawa yang spesial, Den. Soalnya Non Taya punya kejutan.”
Mataya langsung membelalakkan mata. Dia memberi kode agar ART-nya berhenti menggodanya.
Namun, Dante sudah telanjur penasaran. “Sayang, Abang mau dapat kejutan apa?”