Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anara

Anara

Tapi dia tidak bisa melihat dengan leluasa. Cowok itu tak habis akal, dia memperhatikan pohon mangga yang tumbuh lebat dan rimbun di dekat jendela. Sebagian dahan dan cabangnya, bahkan menjulur dan berada di atap rumah. Merasa beruntung, Bara memanjat pohon itu dengan hati-hati. Mencari dahan yang pas untuknya mengintai ke dalam rumah. Dari salah satu dahan, lewat fentilasi udara di atas jendela, Bara bisa melihat Bryan dan dua orang temannya sedang duduk di kursi ruang tamu rumah itu dengan jelas. Di hadapan mereka ada sebuah laptop. Bersambung.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as amba
Read
+Library
ALVAREZ

ALVAREZ

KARENA LO UDAH PULANG BGST Abang Archie ooooh kau masih di markojek maaf pano sayang🥺 abang gak tau pan jangan marah2 Sanchez Kenzo woy ada apa alva belom balik emangnya? wahhh anyiingg @Demeus Alvarez athena aman kan Abang Archie awewe mulu ya chez di otak lo Ray bukan rey heh ngaca setan lo juga bucin zevano bucin sanchez bucin cariin gue cewe ngapa ngab ampun dah semua bucin gue sm siapa
109.4K viewsOngoingAdded to Library 374 Times as amba
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

tanya Bintang pada pemilik warung saat dirinya tidak melihat adanya Ocin “Toilet Den,” jawab bapak pemilik warung lantas kembali masuk ke dalam. “Cie... baru bertemu tadi pagi, sudah kangen saja sama si Babu,” ledek Toni. “Sembarangan! Gue takutnya dia balik lagi ke rumah atau nekat masuk kelas,” terka Bintang kemudian mulai menyantap sarapannya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as amba
Read
+Library
DIA

DIA

Berpakaian tertutup rapi, baju panjang, celana panjang dengan sepatu boot serta topi lebar dengan memanggul keranjang anyaman untuk tempat pucuk teh. Tampak Sofian, mang Asep dan bi Sum sudah menunggu di teras depan. Masuklah dengan beriringan 3 mobil warna putih Nissan Navara SL(NP300) dan 2 Jeep Wrangler Rubicon 4x4. Terlihat Davka melompat turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk anak-anak, kemudian membukakan pintu untuk Almira. Sofian yang melihat kedatangan Davka seketika wajahnya mengeras tampak api amarah di matanya, tetapi sejurus kemudian mimiknya berubah ramah.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as amba
Read
+Library
Liara

Liara

Apa benar, Liara yang tengah menatapnya dengan raut khawatir ini adalah Liara yang tadi mengomel? Membuka kemeja Hagan, Liara tercengang melihat sesuatu yang menempel di kulit pria itu. Di sebelah kiri, persis si bagian rusuknya. Ia menatap wajah Hagan dan bagian itu bergantian. "Apa ini?" Jemarinya menyentuh tulisan berwarna hitam di sana. Kulit di bawah coretan itu terlihat memerah.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 910 Times as amba
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as amba
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Wajahnya begitu sejuk dan bersahaja. "Halo, Mba, perkenalkan aku Hanna." Ini sudah yang kesekian kali Hanna memperkenalkan diri, tapi Arimbi masih belum merespons. Pandangan Arimbi masih tertuju pada langit mendung. Objek langit memang menjadi pemandangan kesukaannya saat duduk di taman. Entah apa yang Arimbi pikirkan? Tatapan wanita itu seolah-olah berpikir, tengah menerka sesuatu. Namun, tidak ada yang tahu.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as amba
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Sebuah notifikasi pesan singkat masuk, berasal dari informanku. "Bos, itu nomor berasal dari Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Surabaya." Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!"
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 669 Times as amba
Read
+Library
Sadena

Sadena

Menilik dari celah semak, Sadava bisa memantau gadis itu dari tempatnya bersembunyi. --Sadena-- Netra Marsha mengedar, mengamati setiap sisi gedung tua bertingkat di depannya. Ada banyak pintu, itu membuat Marsha bingung dari pintu mana pria bernama Zoe itu akan keluar.  Suara tepukan tangan dari samping kiri terdengar, Marsha menelan Salivanya kasar sesaat seorang pria berkaos hitam yang dipadukan celana jeans abu yang robek di bagian lutut keluar dari salah satu pintu di lantai dasar.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as amba
Read
+Library
Castle

Castle

Rumah paman George telah diserang beberapa orang. Kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Semua jendela rumah pecah karena mereka berusaha masuk. Aku memasuki rumah paman George. Pada saat aku masuk ke dalam rumah. Kerusakan yang di dalam rumah sama parahnya dengan yang di luar. Beberapa perabotan sengaja di hancurkan. Aku khawatir dengan Bibi Amanda yang terlalu menyayangi perabota-perabotan ini, setiap hari dia membersihkannya karena terlalu sayang. Jika mereka mengincarku, mengapa mereka harus menghancurkan seisi rumah ini? Mengapa mereka melakukannya? Aku tidak mengerti.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as amba
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status