Nada di Hati Sastra
“Sorry, ya. Aku bukan ani-ani yang bisa dibeli pake uang.”
“Aku cuma tanya,” sanggah Sastra yang hanya ikut ke mana Nada melangkah. “Kalau kamu nggak mau beli, ya, nggak papa. Itu berarti cuma aku yang belanja. Aku mau beli kemeja, dasi, parfum, sama yang lainnya.”
“Kalau mau belanja banyak, harusnya kita bawa mobil, bukan motor.” Nada menggeleng dan membawa Sastra memasuki sebuah kafe. “Mana mama di rumah sendirian.”
Bab Populer