Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
“Melamun aja, Bu Mega?”
Aku menaikkan sebelah alis, lalu menarik sedikit sudut bibirku membentuk tersenyum ringan, masih sambil menatap cairan cokelat terang di gelas yang hanya tersisa setengah. Tanpa kulihat pun aku sudah tahu siapa pemilik dari suara itu. Dia adalah Caca, si dosen muda yang baru setahun mengajar di kampus yang sama denganku. Kami tidak akrab, tetapi akhir-akhir ini aku dan dia tiba-tiba selalu bersama. Ya, Caca katanya ingin membantuku untuk mempermalukan Kinan. Entah apa rencana wanita itu, tetapi aku mengiyakan saja. Padahal, aku juga tahu bahwa dia pun menyukai Rangga. Jadi kemungkinan besar dia memiliki rencana lain lagi. Lucu, bukan? Dulu kami rival, sekarang malah j
Sikat na Kabanata