Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

Siapa dia? "Van. Ayo keluar, sudah selesai nih" berlama-lama berdoa, bukan berarti betah dalam musholla kan? Itu Reza banget... Sukanya mandangin cewek-cewek belanja dan mengobservasi melalui belanjaan dari paperbag yang dibawa. "Van! Van!!" Devan yang berjalan keterusan menoleh kebelakang melihat Reza yang melambaikan tangannya untuk kembali.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
DEATH

DEATH

PART-ONE Zyu dan Laure sekarang berada di tempat yang gelap dan juga lembap. Mereka tidak bisa melihat apapun sekarang. Mereka mencoba untuk mencari jalan keluar, tetapi tidak menemukan apapun. Sedikitpun tidak ada cahaya di sana. “Zyu…” “Aku juga tidak tahu dimana kita sekarang.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Ia juga tak pernah tahu bahwa penyakit yang kuderita adalah nyata. Katanya, jika ia tahu, ia tak akan pernah memperlakukanku seperti itu. Saat melihat darah membanjiri seluruh kamar mandi, hatinya hancur. Ia berharap, orang yang mati saat itu adalah dirinya. Di akhir surat, hanya ada satu kalimat, “Untung saja itu hanya mimpi.” Dan di akhir surat, hanya ada satu kata, “Maaf.” Aku menanggapi dengan sebuah tawa dingin.
27.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Kini Ku Hilang Selamanya

Kini Ku Hilang Selamanya

Saat hitungan mundur itu selesai, dia menarik kembali tangannya. Pemandangan di hadapanku begitu memukau. Lionel sudah menyewa seluruh pelabuhan. Aku menengadah, memandangi ratusan drone yang menari di tengah langit malam. Drone-drone yang berkelip itu akhirnya bergerak membentuk sebuah formasi ... membentuk namaku. "Ersa." Lionel merangkulku dari belakang, suaranya begitu lembut saat mengucapkan kalimat selanjutnya.
9.273.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Aftermath

Aftermath

Bugh "BAJINGAN! JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN DUA MAKHLUK MENJIJIKAN ITU!" Sani terkapar tak berdaya di lantai toilet yang lembap. Murid yang berawakan tambun terus-menerus menghajarnya. Sementara murid yang bertubuh kurus menginjak ponselnya hingga remuk tak berbentuk. *** Kelas Pak Darmin akan dimulai pada pukul sepuluh. Sekarang baru pukul delapan, itu artinya Jihan memiliki waktu sekitar dua jam untuk bersantai sejenak di rumah.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Alis Delia mengerut ke atas "Mode galaxy? Seperti apa mode ini?" Karna hati yang penasaran Delia segera menekan mode galaxy. Tiba-tiba lampu ruangan mati dan langit-langit di atas tempat tidur kini bersinar seperti ribuan bintang dan putaran galaxy bintang. "I-ini... Aku seperti tidur beratapkan langit malam., Yang mengelilingi indahnya jutaan bintang. Aku sangat menyukai semua hal yang ada di apartemen ini."
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
ETERNITY

ETERNITY

Aldi dan Mila datang dan disambut bahagia oleh Aleka, Keynan, dan Radit. "Kita lolos!" seru Radit memberitahu Aldi dan Mila. "Serius?" tanya Mila menatap ketiganya tidak percaya. Aleka, Keynan, dan Radit mengangguk semangat dan kompak mejawab pertanyaan Mila. "Nice! Gue seneng banget." Ucap Mila menghampiri Aleka dan memeluknya. "Oke kalau begitu kita persiapkan materi yang kira-kira bakal keluar." Ajak Aldi.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
A Trap

A Trap

Tut! ~ Via Call Off ~ *** Pria itu mengambil jubah hitamnya dan memakainya. "Sebaiknya aku segera pergi," ujar Pria itu. Pria itu pun pergi. *** Di sisi lain... ~ Mansion Keluarga Mahardian ~ Hamdan, Aira, Alland, dan Allend sedang sarapan bersama. "Ayah, bunda. Aku akan membawa kembali Allena adik kami," ujar Alland dan Allend.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
The First and Only One

The First and Only One

Tolong aku! Andrea berusaha menggapai gelas yang masih sedikut air di sana hendak meminumnya, tapi tangannya tidak sampai hingga gelas itu terjatuh ke lantai sebelum pecah dan berserakan di lantai. Akhirnya Andrea menyerah, tidak ada pilihan lain selain melakukan hal yang tadi ia lakukan. Akhirnya ia menyentuh tubuhnya sendiri, sampai ia merasa seseorang masuk ke dalam kamarnya. Matanya membeliak mengetahui siapa yang datang. "Er-Erlan?"
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status