KAUM TERAKHIR
Perempuan itu menyeringai, menatap Kyana yang membalasnya tajam dengan ketertarikan.
"Sayangnya semuanya sudah terlambat, ah terima kasih atas informasinya Yang Mulia Ratu Besar, tetapi maaf sepertinya semua rencana anda sia-sia. Hahaha ...."
Setelah mengatakan hal itu, manik mata perempuan itu meredup tergantikan dengan tatapan kosong. Tidak lama kemudian tubuh itu perlahan mengabur lalu melebur menjadi abu. Semua orang yang melihatnya hanya bisa menutup mulut mereka karena terkejut. Tidak ada yang bersuara, hanya ada keheningan yang menyelimuti aula itu. Tanpa perlu dijelaskan lagi, mereka benar-benar sedang dihadapi dengan sebuah peperangan. Medan perang akan segera ditabuhkan!
Hot Chapters