Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Pov Surya "Kamu kenapa Rel?" Aku bingung melihat Aurel berlinang air mata membukakan pintu untukku. Dia bilang sakit kepala dan minta dibelikan obat pereda nyeri, makanya dengan cepat segera ke rumahnya setelah pulang kerja, tapi kenapa disambut dengan air mata? Apa sakit kepalanya separah ini? Setahuku dia memang suka vertigo.
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

Mereka semua tidak hidup. Jika disamakan dengan legenda yang ada, kerajaan ini seperti markasnya zombie. Mereka semua melakukan aktivitas seperti layaknya manusia biasa. Namun, mereka semua sudah mati. Aku ingat sekali bagaimana keadaan Alba saat aku terakhir kali ke sana. Kerajaan itu sudah terbakar habis. Sudah tidak ada penduduk yang selamat. Aku dan Tyra hanya bisa menyelamatkan satu orang dengan kuda yang kita tunggangi.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Perempuan itu menyeringai, menatap Kyana yang membalasnya tajam dengan ketertarikan. "Sayangnya semuanya sudah terlambat, ah terima kasih atas informasinya Yang Mulia Ratu Besar, tetapi maaf sepertinya semua rencana anda sia-sia. Hahaha ...." Setelah mengatakan hal itu, manik mata perempuan itu meredup tergantikan dengan tatapan kosong. Tidak lama kemudian tubuh itu perlahan mengabur lalu melebur menjadi abu. Semua orang yang melihatnya hanya bisa menutup mulut mereka karena terkejut. Tidak ada yang bersuara, hanya ada keheningan yang menyelimuti aula itu. Tanpa perlu dijelaskan lagi, mereka benar-benar sedang dihadapi dengan sebuah peperangan. Medan perang akan segera ditabuhkan!
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Dan anehnya, Alana merasa nyaman. Hari itu, mereka sedang duduk di kantin sekolah. Hujan turun pelan di luar, membasahi halaman dan menciptakan aroma tanah basah yang khas. Suasana kantin ramai, tapi bagi Alana, hanya ada satu suara yang paling jelas di telinganya—suara Darel yang sedang bercerita tentang film yang baru ia tonton. “Gue nggak nyangka ending-nya bakal kayak gitu,” ujar Darel sambil mengaduk minumannya. “Awalnya gue kira tokoh utamanya bakal selamat.”
904 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

Ponselnya terjatuh ke lantai dengan suara keras. Detik berikutnya, semua orang di tempat itu melihat sang pengantin pria tiba-tiba berlari keluar seperti orang gila. Chloe terus meneriakinya dari atas panggung. Namun, Aaron seolah tak mendengar apa pun. Pikirannya hanya dipenuhi oleh kata-kata dari telepon tadi. "Aaron, Lea meninggal. Dia bunuh diri dengan melompat ke sungai."
39.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Pandanganku menggelap, lalu aku pun jatuh ke lantai. Sebelum benar-benar kehilangan kesadaran, aku masih sempat mengingat kata-kata terakhir yang diucapkan Mark tadi. "Karen, akhirnya kamu berakhir semenyedihkan ini." Menyedihkan ya? Di kehidupan selanjutnya ... tidak akan lagi. Phil berjuang keras untuk menyelamatkanku kembali. Tubuhku sudah benar-benar tak kuat. Aku pun merasa tidak enak hati karena merepotkan Phil sampai sejauh ini.
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
(Not) One Night

(Not) One Night

Sulit untuk percaya lagi setelah kepercayaan yang diberikan di hancurkan begitu saja. Alan menghela nafas pelan lagi lalu menengok ke arah jam dinding di kamarnya. Jarumnya sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alan tak bisa mendengar suara apapun lagi dari kamar sebelah. Entah mereka masih terjaga atau sudah terlelap. Yang jelas, kantuk belum menghampiri Alan.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

Dia bilang, "Ini adalah jalan terakhir Keluarga Miller. Jangan gunakan sembarangan. Tapi jika benar-benar sampai pada hari itu .…" Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, tapi aku mengerti. Setelah ragu sejenak, aku menekan nomor itu.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Kurasa inilah akhir dari semuanya. Hal terakhir yang dapat kudengar dan kulihat sebelum kesadaranku menghilang adalah sebuah kaleng bir kosong yang terjatuh dari jok sebelah. Dan, lagu Smells Like Teen Spirit yang mengalun dari radio bagai lagu kematian, diiringi suara sirene polisi yang bergema dari kejauhan. Aku mendengar semuanya hingga kesadaranku menghilang sepenuhnya.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Thousand Years

Thousand Years

Sang pemilik telah kembali, bukalah pintu untukku. Aneh. Setiap huruf berterbangan di udara. Perlahan dinding mulai menghilang. Mereka melayang di ruangan gelap. Sebuah lingkaran putih muncul dan menyedot mereka berdua masuk kedalamnya.
104.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai and then there were none
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status