WANITA YANG DIRAHASIAKAN SUAMIKU
Mas Nizam mencium keningku, lalu memberikan buket uang yang lebih dengan lembaran merah, dan sebuah kotak persegi.
Aku yang tadi sudah terluka, kini kembali Tersentuh oleh sikapnya yang sangat lembut. Beginilah Mas Nizam yang seharusnya.
"Mas mengejar Rania untuk menanyakan apa yang kamu inginkan selama ini, Sayang," bisiknya lirih berhasil membuatku tersenyum lebar, lalu membuka kotak persegi.
Kedua mataku berbinar ketika melihat emas murni Antam yang beratnya satu gram, tapi ada lebih dari tiga.