Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Oke, spill. Siapa duluan yang curhat? Soalnya muka kamu, udah kayak abis nelen batu bata, Anin.”
Jeane menimpali cepat, tak mau kalah. “Bukan batu bata, Lau. Duda ganteng kayaknya.”
“HEY!” Anindya otomatis protes, tapi suara itu tenggelam oleh getaran ponselnya. Layarnya menyala, menampilkan satu pesan masuk.
[Anindya, kamu sudah sampai kampus?]