Ajari Aku Ciuman, Mas CEO
Ia menatapnya dengan mata basah, lalu buru-buru menggeleng, mencoba tersenyum meski air mata sudah menggenang.
“Ngomong apa sih, Bang? Abang itu, abang paling keren, paling baik, paling ganteng, paling banyak duit,” ucapnya, sengaja bercanda agar kakaknya tidak semakin terpuruk.
Sudut bibir Arsen terangkat samar, sangat tipis. “Iya, abang percaya.”
“Jangan sakit.”
“Iya.”
“Jangan mabuk terus. Kalau mau minum… alkohol dikit aja.”
الفصول الرائجة