Holiday to Wedding Day
Ya ampun, chat itu kan masuk ke dalam ponsel, bukan langsung terpampang di depan mata?
Trik, trik, trik!
Masih ada tiga orang lagi di depanku dan notifikasi itu benar-benar mengganggu sekarang. Sejujur-jujurnya kukatakan, ingin segera membuka dan membaca isinya. Aduh, siapakah yang telah bersusah payah mengirimi pesan untukku? Oh, apakah itu Batik? Ya, siapa tahu kan, ternyata Ronu sudah berbaik hati mengubungkan kami? Bagaimana kalau Uta, Mama …? Aduh, ternyata di mana pun aku berada, antrean tetap saja bukan sesuatu yang menyenangkan. Sumpah! Rasanya seperti kebelet pipis yang teramat parah dan tidak segera menemukan toilet kosong. Wow!
Hot Chapters