My Dearest Cahaya
Terlepas dari kalimat pedas yang pernah dilontarkan oleh pria itu, Aya rasa, sikap juteknya ke Yasa sepertinya jauh lebih menyebalkan.
Melihat sikap Aya yang lumayan jinak kali ini. Yasapun memberanikan diri untuk kembali berucap sesuatu.
“Malam minggu ini, ikut aku ya.”
“Ikut … ke mana?”
“Ada reuni teman SMA, kecil-kecilan aja sih, cuma beberapa orang. Kapan lalu kan kamu denger sendiri pas Andara nelpon.”
“Oh, oke, minta izinlah sama bunda atau papi.”
Hot Chapters