Hijrah Cinta Bryan
"Beda, itu masa lalu. Di masa depan, kamu saudaraku."
"Apa saudara sepenting itu? kita berlabel saudara cuma statusnya doang, nggak bener-bener saudara," kesal Bryan yang tidak mengerti jalan pikiran Arham.
Mereka duduk di balkon apartemen sembari menikmati teh. Ia kira Arham tidak akan mengunjunginya setelah membiarkannya tinggal, ternyata pria itu juga beberapa kali menemuinya untuk membujuknya. Pria itu ke apartemen saat malam menjelang sahur, beralasan ingin sahur bersama Bryan, padahal Bryan sendiri tidak puasa.
Hot Chapters