Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan
Bunga tidur berkembang dibantu kehampaan itu, dan bermusuhan dengan sinar mentari pagi dan keramaian yang tak kenal jenuh, mengembalikan paksa para penghuni sementara tempat beradanya bunga tidur.
Lenguh, keluh, desah, dan erang seringkali terdengar dari setiap rumah yang dihuni para manusia yang sudah muak dengan hidupnya tapi enggan untuk mati. Seperti yang Rana rasakan kini, beranjak ia dari baringnya untuk duduk di tepi ranjang dengan rambut berantakan dan wajah yang murung, meratapi hari yang sudah kembali pagi dan tuntutan dengan jutaan beban hidup sudah kembali mengisi, "Sayang, ayo bangun," kata Kalil mendatangi ruang tidurnya dengan memakai apron, tetap membuka pintu kamar, dan memb
Hot Chapters