Patah
Dan ponsel itu terjatuh ke meja ketika aiphone di meja kembali berbunyi.
“Nay! Eh, gila lu. MGP sampai panggil lagi. Cepetan!”
“I… iy… iya... Mbak…”
“Gue nggak tau lu salah apa, tapi sekarang, Nay!”
Sambungan kembali tertutup dan Nayara semakin panik. Dia kembali melihat aplikasi chat di ponsel. Masih belum ada jawaban dari Gia. Jantungnya berdetak kencang sekali. Dia berusaha meredakan debaran jantungnya, berusaha bernapas normal, tapi gagal. Dan jarum jam pun terus berputar, mengganti detik menjadi menit. Lalu—
Hot Chapters