PELAKOR KAPOK
cetus wanita itu.
"Hamil anak siapa lo?!" Diam. "Anak kambing! Atau anak A*****g?" Aku berkata kasar sambil menatap wajah Lengga. Kutarik dirinya yang diam melihat pertengkaran kami. Aku yang sudah tidak mampu lagi menahan emosi, menjambak rambut dan mencakar wajahnya hingga aku meninggalkan bekas merah di wajah mulusnya. Sedangkan perempuan itu, aku mengambil air panas dari dispenser dan menyiramkan ke wajah perempuan itu sambil menyeret keluar dari rumahku. Tidak kupedulikan lagi sakit perut akibat caesar, dengan kuat aku menendang bokong perempuan itu, lalu kembali masuk dan menutup pintu serta menguncinya dari dalam.
***