Pembalasan Sang Dokter Jenius
Hawa dingin yang menusuk tulang hilang seketika, digantikan oleh kehangatan normal dari ruangan ber-AC.
Vas abu-abu itu berhenti bergetar. Aksara-aksara merah di permukaannya telah padam, kini hanya terlihat seperti ukiran kusam biasa. Lalu, dengan suara krek yang sangat pelan, sebuah retakan rambut muncul di permukaannya. Retakan itu menjalar, membelah vas itu menjadi dua.
KRAK.
Vas itu pecah dan hancur berantakan di atas meja rias, kini hanya menjadi tumpukan pecahan keramik abu-abu yang tak lagi berbahaya, menimpa beberapa lipstik dan botol parfum Andrea.