MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!
Tapi, hingga ajal Bapak tiba, aku tak dianugerahi seorang adik.
"Teman sekampus, Kak." Ozan malu-malu.
"Wah, kejebak friendzone nih?" tanyaku.
"Iya," katanya.
"Harus cepet kau, Zan. Sebelum digebet orang!" kataku manas manasin. Iya, sih sebenarnya, harus gerak cepat sebelum orang lain datang melamar.
Ozan menggeleng.
"Untuk sekarang gak dulu aku, Kak. Punya apa aku berani ambil tanggung jawab anak orang? Kerja aja belum akunya,"
Hot Chapters