Ah! Enak Mas Dokter
Tersisa Andi, Juan, dan Barta, laki-laki muda di ruang tamu itu.
"Kapan kamu menikah, Ndi?" tanya Dewanto tiba-tiba.
Andi menggaruk kepala yang tidak gatal, "Secepatnya Pa, tapi tunggu Dylan pulang dulu. Masa saya nikah di saat keponakan saya masih menjalani pengobatan."
Dewanto manggut-manggut, "Terima kasih kamu sudah ikut berjuang untuk menyelamatkan Dylan."
"Sama-sama Pa, lagian saya melakukan semua itu demi uang, dan ... demi keluarga juga sih," kekehnya.